(masih di sudut pandang Gallerina)
setelah sayangku berpamitan dgn mami, kami pun berangkat ke bellato HQ melalui pesawat kartella. tapi
"eh wan, tar lu pulang sesekali ya, awas lu ga pulang" kata kelvin, teman sejak kecil dia
"wan, inget sesekali ke sini biar kita gaya gayaan lagi kita " kata david
lalu
"nak, kamu udah dewasa ya, jaga dirimu baik baik disana" kata ibuku sambil mengelus kepalaku
"wan, ingat jaga baik baik putri aku, ini pedang lu, ketingalan di lift RS kmarin" kata ibuku sambil memberikan kembali SI spadona +7 berukir nama dia kepada sayangku
"yuk yank, kita pergi. pesawat udah dateng" aku mengajak wandi sambil meniup telinganya
(berhubung wandi akan merasa enak bila telinganya ditiup, entah kenapa)
kamipun pergi, kami duduk di tempat paling belakang
sayangku mengambil koperku yang memang sangat berat, maklum cewek. dan diletakan oleh dia
"para penumpang, untuk menjaga jaga tidak terjadi kecelakaan, kami akan berangkat dgn kecepatan 100knots, di ketinggian 15000ft" begitulah perkataan dari radio itu
disana aku dan sayangku main main romantis, aku meniup telinga dia, dia mengelitik aku, begitulah kami ketawa ketiwi hingga kami kelelahan . dilihat dari situasi, sepertinya 1 hari lagi baru sampai, lalu kamipun tidur karena udah malam, aku tertidur duluan, dan entah kenapa aku ngerasa berpindah tempat, ternyata dgn tenang, sayangku berbagi pakaian, dia melepas armornya, lalu melepas bajunya dan meletakkan ke aku seperti meletakan selimut dan memangku sekalian memeluk aku biar aku tidak kedinginan
sungguh romantis dia, akupun mencium dahinya , dahi anak polos yang tertidur
esok harinya
"para penumpang sekalian, kita telah berada di lapangan penerbangan Bellato, para penumpang yang berjurusan sana, diharapkan untuk turun, terima kasih"
wandi yang terbangun pun mengendong aku sambil membawa 3 koper kami, dgn keadaan stngh telanjang, dia membawa aku ke HQ bellato
di Bellato HQ
aku pun terbangun, dan tampa sadar aku udah di bawah pohon rimbun yang membuat aku tersadar akan suara suara imut perempuan bellato
"dimana ni yank?" tanya ku melihat wandi yang sudah bangun dari tadi
"kita udah di markas bellato, tenang aja. paman archon udah atur biar kamu tak tertembak sedikitpun" ujar sayangku dgn nada yg lembut
"yuk kita ke markas"
(pesan : nyalakan lagu One)
"aku gendong kamu yank" pitah wandi sambil menunduk sambil menungu aku memanjat ke punggung dia
"iya yank, kamu jadi berani ya" kata aku sambil mencium muka dia
lalu dia pun berjalan kedalam markas bellato sambil mengendong aku sekalian membawa koper kami
di tengah jalan, banyak cewek cewek bellato kagum dgn dia , punya cewek sepertiku , tetapi aku justru iri, cewek bellato walau pendek, tetapi imut dan manis, tapi entah kenapa ya sayangku ini milih aku
sesampai di kafetaria HQ bellato
"yo wan" benny, archon bellato menyapa sayangku
"eh paman" sapa wandi dgn ramah
lalu dia pun duduk sambil menurunkan aku (walau bokongku secara refleks keremas dia)
"eh wan, dia siapa? kayaknya orang asing" begitulah paman archon, panggilan wandi kepada dia
"ya cewek aku" kata dia dgn semangat
"tapi kok kayaknya dia mirip orang cora, boleh saya berkenalan dgn anda , wanita cora" tanya uncle ben, begitu pangilan nya (makanya dia tu dipanggil paman archon)
"iya perkenalkan, saya Gallerina, putri Ervina. Archon Cora" jawab aku dgn bahasa bellato yang susah payah kupelajari dan dgn respon ala orang cora, tapi bayaranya bagus, aku jadi bisa cas cis cus ngomong bellato
"wah , sungguh kehormatan buatku, bisa ketemu lansung putri archon yang kebetulan pacar keponakan angkatku" kata pria awet muda ini
"wandi, hebat lu, cewek lu ternyata putri kerajaan" ledek archon benny kepada sayangku
"ya gapapalah, diapun susah payah ngejar aku" balas wandi dgn wajah memerah
"rina, boleh saya memangil anda begitu" tanya paman archon itu dgn sopan
"iya boleh, kitapun keluarga, tak perlu formal begitu" balasku , maklum ibu-anak suka terbuka, gak suka ketat ketat kek aturan cora gitu
"ya, rina. kamu memang hebat, wandi susah loh ditembak. gak nyangka lu bisa nembak dia" archon bertubuh kecil itu memuji aku
"nah wan, aku dah siapin kamar di puri archon, tar lu bawak cewek lu kesana aja" pesan archon itu
lalu aku dan sayangku pun pamitan dgn archon bellato
dan kami pergi ke puri archon yang tidak jauh dari sana
"yank, ternyata orang bellato ramah en terbuka banget ya" kataku sambil meniup telinga dia
"makanya aku orangnya santai, aku blajar dr sini yank " jawab sayangku dgn tersenyum
"wah mereka romantis ya, jack, kamu liad kan anakmu sebahagia itu walau yang dilakoninya itu cinta terlarang?" pikir archon itu sambil tenggak kopi
aku pun terkejut dgn puri archon yang mirip benteng itu,
memiliki lima kompleks puri, di halaman nya penuh hewan hewan yang sering terlihat di cora, en mereka sangat jinak
saat kami ke puri kedua, tepatnya kediaman dia, kamipun pergi ke master bedroom , luasnya 2x lipat dari kamar aku sendiri saat aku di cora dulu
"yank , tolongin ya tarokin baju, aku dah capek banget" kata wandi dgn menaruh koper kami berdua
"iya" aku menyahutnya
lalu akupun menata baju dan perlengkapan kami, ternyata bajuku yang banyak, punya dia banyak di buku aja,
setelah menata baju kami, aku merasa kelelahan, aku pun melihat wandi sudah tertidur pulas
kebetulan tempat tidur kami memang untuk berdua, lalu akupun punya ide "usil",
beberapa menit kemudian
aku pun tidur dgn busana seksi meniup telinga dia lagi, dan dia pun merasa bangun dan merasa nyaman
tiba tiba...
"ni balasannya yank, pembalasan mgg lalu di RS" bisik sayangku yang tiba tiba menyambar tubuh dan mulutku lalu adegan orang dewasa pun terjadi lagi
Bersambung
yang disini susah banget, mikirnya stngh mati
mau itu salah, mau ini salah
apa boleh buat deh
ungkitin lagi adegan terakhir yg "terlarang" di episod sebelumnya yg hot bgt dibandingin sama episod lainnya
ya semoga patriot suka deh
karena sebisa mgkn aku membuatnya menjadi bermakna
No comments:
Post a Comment