Tuesday, 10 July 2012

Behind The Novus (Romance Story Part2)

(Sudut Pandang masih di Sudut Pandang Wandi)
Aku bangun, entah kenapa aku merasa 3 hal
badan aku dingin
Aku merasa sesuatu berat
aku merasa ada sesuatu yg halus (jangan jangan hantu)  di samping aku (berhubung ranjang tempat aku diopame lumayan besar untuk 2 orang badan besar)
saat aku membuka selimut,
ternyata aku dan gallerina dalam keadaan tampa berbusana, aku mengira itu hanya mimpi, karena itu aku tidur lagi dan menutup selimutnya
30 menit kemudian
"uuh" aku merasa gesekan halus dan tangan aku memegang sesuatu yang empuk
"bangun yank! lama banget u tidur" ngomel Gallerina yang tidak berbusana,
tampa aku sadari, ternyata tangan aku di "gunung" dia
uuh tadi kenapa ya kita
Flash Back
Setelah rina menyambar mulut aku dan seketika dia melepas pakaian aku tampa sisa, lalu aku pun melepas juga pakaian dia tampa sisa
dan terjadi juga adegan orang dewasa yang tidak perna diduga

waduh gawat, salah dikit aja bisa hamil ini orang (gimana ya)
"yank, besok pagi kamu udah bisa keluar dari RS, bsoknya kita bilang yuk sama mama aku kalo kita udah pacaran" tukas gallerina yang tidak menyadari sikap beberapa jam lalunya itu
"iya iya" aku mengelus kepala dia dan refleks
"wah , ayank kedinginan toh" kata rina dgn tatapan mata menantang, lalu dia membuka selimut dan memeluk aku

ini benar benar gila, sepertinya aku lagi disiram sama cinta terlarang

diluar.....

"eh vin, kok mereka nutup jendela" tanya David dgn penasaran
"gatau juga, tar w cek pake "sight" " kata kelvin yang kbetulan dia melanjutkan sekolah di akademi untuk mendapatkan sertifikat sebagai Assassin
"oke deh coba lu liad" pesan David
"Sight!" kelvin mencast sebuah force yang tidak diketahui sama david,
seketika si kelvin mukanya merah padam dan mimisan
"knapa vin, kok lu mimisan?" tanya david
"jgn masuk ke kamar mereka deh, tar kena hukum mati sama archon pulak" kata kelvin dgn ketakutan dan menlap hidungnya yg berdarah dgn tisu
"kenapa ?"  tanya david sama kelvin
"begini, aku udah liad surga dunia" kata kelvin
"huh? maksud lo mreka udah......." kata David
"iya..., mereka udah setubuhan" kata kelvin
"gila, hebat jg lo wan, mpe main anak archon" kata david dan berlari dgn semangat mengebu ngebu untuk menlihat mereka

saat mereka mencapai kamar
JDAK!
david ketakutan dgn sebilah SI spadona dgn nama "wandi" di gagangnya

"gile, hebat bgt si wandi, pantesan anak archon pun bisa dipikat dia, jangankan sampai di kamarnya, baru sampai di lift sebelum dia aja kita udah kena beginian" kata david dgn wajah ketakutan dan menlihat pedang itu menempel di lift
"tuh wandi aja sehebat gt, apalagi archon yg lempar, jgn jgn kita putus palanya gara gara itu" kata kelvin dgn ketakutan
"udah jgn ladenin soal itu" kata david yang berlari dgn kecepatan penuh ke kamarnya, tapi...."
DUK!
"aw...." kata david dgn mengelus jidatnya yang bikin dia nyaris tembus tembok
"sepertinya archon pun dah tau mereka setubuhan" kata kelvin
"iya bgtlah, " kata Bu Vina, archon cora
"wah, salam untuk archon" respon kelvin dgn sopan
"iya, udah nanti siang aja. mereka tidur kok, jgn gangu, tar ada yang marah" kata archon itu yg memakai jurus yg sama dgn kelvin


di kamar
"uuh" aku pun terbangun dan kerasa ringan
tok tok, ada org mengetuk pintu, gawat gawat, dgn cepet cepet aku berpakaian, n gw buka pintu

(Sudut Pandang dari Wandi Berakhir dan dilanjutkan dgn Sudut Pandang David)

"wah rame rame datangnya" serentak wandi dan gallerina ngomong
"ya begitulah" archon itu menatap wandi dgn tatapan tajam seolah dia memuji sesuatu
"oi wan, enk bgt lu, seharian sama cewek lu" kata kelvin dgn mata memuji
"eh wan, gue sama kelvin gara gara lo malah dinas ke anacade," kata David sambil mengambil sesuatu

saat itu aku jadi salah tingkah karena menlihat sepasang couple yang memakai baju dgn tidak rapi (setumben tumben si boncel itu g pake baju rapi rapi, biasa pake baju cem pake jas)

"baru ini, dari archon sana," kata kelvin sambil memberikan sebuah paket tebal dan besar
"apa itu?" tanya gallerina
"kurang tau juga, mungkin pesan dari paman archon kali" kata wandi dengan polos
"udah, kalian balik aja ke anacade wat dinas, soal ini saya yg urus" kata wanita itu sambil merapikan baju anaknya

sesudah mereka pergi (sudut pandang untuk David berakhir dan diganti dengan sudut pandang wandi)

"mami, udah aku bawa pulang si wandi" kata gallerina dgn wajah semangat seolah lupa dgn perlilaku bejatnya tadi

"duh, ketahuan deh" kata aku refleks keluar karena salah tingkah

"wah wah, jenius sepertimu pun bisa jatuh hati sama cewek. pantesan archon mu bilang jangan kasi kamu dekat dekat sama cewek disini, ternyata karena ini" ledek archon itu sambil menepuk pundak aku kuat kuat

"nah, gimana sekarang, anak aku sampai berani loh maen bejat sma kamu, mau terima dia gak?" ibu Vina itu tanya ke aku

"dari tadinya udah gw trima pun, cuma blum lagi gw bilang, gw udah kek mo diperkosa gitu =.=" ujar aku dengan muka yang masih merah padam

"ya baguslah , dgn gini rina gak boleh ganti cowok ya" kata kepsek berkedok archon itu sambil melirik Gallerina

"iya mi, dia cocok banget kok sama aku" kata gallerina yang justru membuat aku pingsan karena overheat (emangnya bisa?)

"eh eh wan! wan!" teriak calon menantu ibu aku sambil maen tampar segala

 stengah jam kemudian
"duh, kok kepala aku dingin" tanya aku
"siapa suruh kamu lemah sama cewek" kata ibu archon itu

dari pesan dokter itu, katanya aku harus diistirahatkan selama 1 minggu lagi karena demam parah



2 minggu kemudian
aku mengemas barang barang aku, dan membuat registrasi untuk pulang. tapi di tengah jalan
"yank!!!!!!" teriak rina , begitulah aku memangilnya supaya gak ribet
"iya?" aku lansung semangat setelah mendengar teriakan dan mendapat kecupan dari dia
"yank , ini dari mami. coba dilihat"

aku pun membuka kop surat itu
"surat perintah untuk ketua persatuan dokter cora, ini dari archon tertinggi, bukalah paket yang anda peroleh, dan ini misinya
pulanglah ke kampung halaman mu, karena kamu sudah matang dan memperoleh seorang wanita yang ternyata adalah putriku, dan misi yang kedua. bawa pulanglah wanita mu ke kampung halamanmu, segala kehidupan nya harus anda temanin dan lindungi, tertanda. Ervina, archon Cora"
aku pun membuka paket surat ini
"wah, set untuk orang lvl 55" ujar aku sambil membuka armor lama aku , dan halus sekali armor baru nya
"eh didalam masih ada tangkai pedang yank" kata Rina
lalu aku pun mengambilnya
tiba tiba jatuh sebuah surat
"surat perintah untuk tuan bangsawan wandi, putra ksatria bellato yang meninggal dgn penuh kehormatan. gunakan pedang itu sebagai senjata sekunder anda, karena ini adalah hadiah selamat atas kelulusan anda di akademi cora tempo lalu, maafkan saya bila anda baru sekarang memperolehnya, tertanda . Benny, Archon Bellato"

aku pun mencoba memakainya dan coba menyerang salah satu ace nalad heller

"Tornado!!"
Swing!!!! trarrrr!!!
"hebat, pedang apa ini, kayak hora sword, tapi desainnya moderen banget" kata aku tampa menyadari kalau Rina secara tidak sengaja terkena imbas seranganya

"uuh" perih Rina dgn luka dalam di lehernya
"heal!" jurus force elemen cahaya yang secara diam diam aku pelajarin , aku terapkan untuk pertamaxnya untuk pacar aku
"udah yank, ayok kita ke kampung halaman kamu yang baru" kata aku
dengan membawa koper aku dan koper dia yang sudah aku siapkan
"iya" jawab Rina dgn penuh semangat
 (sudut pandang wandi berakhir, dan digantikan oleh narator)
setelah itu, Wandi bersama Gallerina hidup bahagia sebagai sepasang kekasih dan mereka akan hidup dengan kehidupan baru

tetapi

siiinggggggggg
pedang Spadona yang berukir nama "wandi" masih tertinggal menancap, dan membuat takut semua yang lewat disana di pintu lift arah ke kamar tempat dia diopame sebelumnya
---
end
---
wah susah juga mikirin akhir bahagia mereka
awalnya w mo bikin klo wandi nolak cinta, tapi berhubung karena w suka akhir yg bahagia, jadi w bikin gitu
berikutnya akan didelay karena kita bakal mendengar pengalaman hidup keempat karakter utama tersebut (akan bertambah lagi seiring waktu dan episode)

besok bakal diperbaiki bagian yg salah
slamat malem para patriot

No comments:

Post a Comment