(masih di Sudut Pandang si wandi)
udah jam 7 pagi, 3 jam sejak aku terluka parah sampai dibawa ke rumah sakit
tiba tiba.............
"oi wan, sok kuat pulak lo, ujung ujungnya jg diopame, hahahaha" ujar kelvin sampai dia ketawa terbahak bahak
"waduh, korban diketawain lagi si wandi" sindir David dengan nada flastelo nya yg sering dipake wat godain cewek
"huft, lagi tidur malah diganguin" pikir aku , lagi lagi diketawain
"udah, ga usah galau gitu, ni lontong sayur (emang ada?) lansung loh buatan cewek lo" Ujar Kelvin dgn jujur
"gallerina?" aku bertanya dgn polos
"ialah, sapa lagi ada cewek seperhatian n sayang bgt sama elu wan, awak yg ganteng ja kalah sama lo yg jenius" ujar David dgn nada salut
"udah, ga ush kek gt, lama lama klo lu setia jg bkalan cewek dtg ndri" ujar aku yg menutup muka pucat dan sok cool terhadap David
"kelvin, David, Onion(pettingi cora) diperintah ke ruang archon" aku mendengar suara telepati itu
"kalian denger g suara mbok itu?" tanya aku
"yup gw dnger" kta kelvin
"gw jg dnger" kta David
"pasti ada dinas lagi, hahahahah" aku mentertawai mereka, maklum . selama aku jadi kepala Persatuan Kedokteran Cora belum pernah diperintah dinas di tempat lain
"udah deh, kami keluar dulu" ujar mereka berdua bersamaan
"ok , bb geng" tukas aku sambil memakan lontong sayur itu
saat tengah makan sayur itu
datang seorang remaja cewek yg berbaju seksi dan keliatannya halus sekali bajunya
"kakak" tukas pemilik suara itu
glek! dia lagi
"iya?" tanya aku sambil memakan lontong sayur buatan pemilik suara itu
"kakak? gimana masakan aku? enak ga?" grazier seksi itu bertanya dgn penuh keyakinan
"lumayan kok, kayaknya rina udah tau maksuk dari cerita soal kopi itu" balas aku
"iya kak, aku udah ngerti, dari sana. kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan kita" gallerina penuh semangat menjawab pertanyaan aku
aku sudah menengak habis lontong sayur yang g kalah enak dengan yang ku makan biasa di kantin akademi
setelah aku mengotong meja nasi yg ada didepan mata gw, tiba tiba aku terjatuh, lalu dia mengotong aku
"kakak, jangan maksain diri" ujar Gallerina dgn memelas
gila, aku gak berani liad tatapan matanya, apalagi di punggung aku ada sepasang "gunung" yg empuk kek bantal , n besar banget.
"apa boleh buat" pikir aku
"ya aku gapapa" ujar aku sambil berusaha menatap dia, tapi tatapan temptingnya luar biasa memikat aku, sampai gak tahan menlihat dia
"kakak, kayaknya kakak udah tau ya kalau aku menyukai kakak" tanya gallerina sama aku
"iya, aku ngaku deh" ujar aku yg sudah benar benar pengen nembak dia
"iya kak, sebenarnya aku suka sama kamu, boleh tak kita pacaran" kata gallerina yg sudah mengatakan sepenuh hati
mukaku merah padam, putri seorang archon yg terhomat begitu mau menerima aku yang darah campuran bellato dan cora ini, aku sungguh senang dan terharu
(pesan : nyalakan lagi lgu tadi)
"iy..." kataku, tapi mulutku tiba tiba disambar oleh remaja seksi ini, aku awalnya mau menolak, tetapi nafsu dia melebihi tolakan aku, apa boleh buat, aku tak berdaya dan membalas ciuman dia, dan dia secara lansung menarik aku ke ranjang tempat aku diopame, tapi entah kenapa aku mendengarkan bunyi terkunci dan layar jendela yang aku buka malah tertutup, ternyata dia mengeluarkan force untuk hal itu
dan.....
beberapa jam kemudian
(bersambung)
adegan terlarang
dilarang ditiru. ingat itu!!!
No comments:
Post a Comment