Tuesday, 10 July 2012

Behind The Novus (For Friends)

(Sambungan Dari Part 1)
lalu kami bertiga pun dengan cepat berlari ke crag mine, lalu seperti strategi, kebetulan yang patroli malam itu cewek yang sangat menyukai aku, yup namanya Gallerina, dia perna cerita kalau namanya begitu karena dia lahir bukan di RS, tapi di galeri seni yang kebetulan dikunjungi oleh ortu nya (soal umur jangan tanya, kami beda 2 tahun, dan saat aku bereksperimen kedokteran bareng guru, dia suka banget nempel sama aku, untung pak gurunya terbuka, kalo kayak archon, sibuk deh, kena tulis buku lagi) lalu aku berbisik
"oi david Revan, kalian pergi dulu, hindarin lazuardian sama guard guard dekat chip nya, aku urus tu cewe yang patroli" ujar aku dengan memberikan walkie talkie kepada mereka dan peta bellato yang ku gambar

"sip"  ujar David dan Revan
"nanti kalo sampe hubungin aku lewat walkie itu ya" tegas aku
"iya" ujar david dan revan

saat itu, aku menlihat lansung gallerina yang memakai rok setengah paha, pengen cari kesempatan deh. hihihihi (genit mode on)

"oi itu santapan ku" ujar david dgn wajah siap siap menerka
"diam lu! itu cewenya wandi tolol" ketus Revan sambil megetuk kepala dia dengan tongkat nya
"udah udah jgn basa basi lagi, di depan itu warp ke anacade, kita pencar disini " bisik ku kepada mereka
"roger" ujar mereka berdua

lalu kami pun berpisah dan aku mengunjungi summoner seksi nan cantik itu
"hai rina, kebetulan banget" sapa aku dengan senyuman penuh khawatir dengan 2 teman ku
"hai kak, tumben kakak kesini, biasa malem malem kakak bikin obat" ujar cewek yang tingginya melbihi aku itu sambil mengelus kepala ku
"ya hari ini libur" ujar aku
"yuk ke base camp cora, kakak pasti kedinginan malam malam begini keluyuran disini" ujar rina, begitu aku panggil dia. dengan tatapan mata menghibur dan penuh nafsu (gawat)
 sampai di base camp cora, aku menangalkan jaket aku dan sesuai rencana, aku membawa 2 bungkus kopi siap seduh

"wah , kakak mau cerita soal itu lagi?" tanya gallerina dengan tatapan hangat
"yup, mau dengar?" aku menanya balik sambil membuatkan kopi 2 gelas
"iya iya aku mau mau, kata kakak kelas, cerita soal kopi kakak sangat menarik" hibur gallerina yang membuat aku panas dadakan

"begini rina, ehem" sambil memberi kopi kepada dia, lalu tidak tangung tangung dia meminumnya
"pernah mikir soal kopi?" tanya aku
" belum pernah , memangnya kenapa kak?" tanya gallerina
"yap, jawaban bagus, hanya ahli kopi yang berpikir begini" aku mengawali nya dulu
"cepetan donk" tatap gallerina dengan tatapan mata seperti mau memakan aku
"iya iya" jawab aku dengan lembut, lalu dari walkie talkie
"wan, bawa revan ke anacade sukses,pip, pip, oke sesegera mungkin bawa ke puri aku disana, di koordinat 40.79 , pip" begitulah percakapan kami di walkie talkie yang tak diketahui oleh gallerina yang asik meminum kopi yang aku buat

"oke, yuk . aku dulu diajarin sama archon bellato yang ahli kopi," ujar aku yang menlihat gallerina mulai serius menyimak
"kata dia, kita akan memikir kalo meminum kopi dan kita akan memikir kalau kita tak minum kopi" ujar ku dengan wajah percaya diri
"eh? kok begitu?" tanya gallerina dengan penasaran
"yup pertanyaan bagus, karena otak berjalan terus, tapi ada bedanya" kata aku
"ooo, apa bedanya kak" tanya Gallerina
"pertanyaan bagus, bedanya di refreshnya. aku sendiri udah membuktikanya, kalo minum kopi kita ngerasa nikmatnya, jadi ga stress pas mikir, kalo kita gak minum, ya otomatis gampang stress karena tak ada penghiburnya" ujar aku sambil menengak kopi
"ooh, pantes banyak banget orang suka sama cerita kakak" hibur Gallerina yang menlihat aku pucat karena kedinginan

percakapan hangat pun dimulai dan sejam kemudian......

"kyaaaaaaaa..............." teriak seorang perempuan yang sepertinya dari luar aku menlihat kalau dia diserang seorang robot
"awas! ada robot kak, bisa tewas kita kalau kena basoka nya" ujar gallerina yang membuat aku terkejut dan refleks mencampakkan kopi aku dan mengenai baju ku

dengan cepat kami keluar
"(*^%$#^$%&*%$#@$#$%*&(*)" kata accretia itu
"apa yang dia bilang?" tanya gallerina
"kata dia siapa kalian!" ujar aku
laku aku menjawab "*&^%$%^&*((_!@$)(!@*^$*(!@*&%)*!&@(*&%$)"

gallerina pusing menlihat percakapan kami
"apa yang kakak ngomongin" tanya dia dgn wajah pusing
"aku bilang, kami dari cora, kenapa lo gangu dia yang lemah" ujar aku

lalu robot yang kira kira 10 level diatas ku (bukan tandingan gallerina) menyerang aku dengan launcher, dan dengan mulus aku pun menghindar dan "cepat lindungin cewek itu!" tegas aku sambil mengeluarkan SI spadona +10 aku
"siap kak" ujar gallerina
pertempuran pun dimulai
aku pun menyerang dia
DOUBLE CRASH!!! jurus seperti angin penyayat di film inuyasha pun keluar
dan mengenai sasaran tepat accretia tsb, tiba tiba
DOOM BLAST!!! accretia itu menyerang gallerina, dan dengan cepat aku melempar SIS kesayangan ku yang berukir nama ku it dan
THAK!
peluru itu mementalkan pedangku dan itu...
"gawat bagaimana"pikir aku
slowmotion ........
THUSH!, DEEEERRRRRRRRRRRRRR!
sebiji peluru launcher mampu menekan aku hinga radius 20 meter
"kakak!" ujar gallerina dgn khawatir
"aku tidak masalah!, terus lindungin gadis itu" ujar aku yang sedang membuang peluru launcher itu
"fuh , apa bole buat, pedang aku jauh disana" pikir aku sambil melihat 2 lazuardian yang tewas karena pedang aku
saat accretia itu mau menyerang gallerina dan gadis itu, tiba tiba
DEATH HACK!!!!!!
aku memukul accretia itu dengan tangan kosong seperti seorang taekwondonist
"uuhh, sakit, keras banget kaleng sialan ini" teriak aku dengan pengap pengap tangan seperti orang tolol
"kakak hebat!" puji gallerina yang menlihat accretia itu jatuh tersungkur tidak berdaya
"wew, dewo lu wan" ujar david menlihat accretia lvl 60an itu tersungkur
"wkwkwkwk , jadi malu aku" aku mengesek kepalaku malu malu
"makasi kakak!" gallerina memeluk aku dengan kuat ("gunung" nya lumayan gede)
"makasi ya kakak wandi" ujar gadis itu yang ternyata adalah anak seangkatan gallerina
"udah g usah muji muji gw lagi, tangan gw sakit ini" ujarku dengan megang megang tanganku yang keliatan tulangnya karena remuk

keesokan harinya

"jangan memakai tangan ini  (kebetulan tangan kanan) untuk menlakukan aktivitas selama 3 bulan dulu" ujar guruku sambil membalut luka serius di tangan kanan ku
"uuh, jadi gak bisa ngopi" aku mengerutu tanda menyesal
"udah udah, kalo mo ngopi, nanti di cafe kita ngopi bareng aja" kata guruku dengan suara menghibur

End



wah selesai juga ngirim Revan ke bellato pake nama wandi di balik lukisan peta nya
gimana ya dengan cinta rahasia Gallerina yang dari awal sudah jatuh cinta sama wandi?
gimana ya dengan Revan , apa dia bakal selamat kalo dia berada di bellato
gimana dengan David ya? apa dia bakal dapet cewek?

No comments:

Post a Comment