Tuesday, 10 July 2012

Begining

Suara sunyi senyap terdengar sayup sayup di depan markas yang rimbun itu , kalau tidak salah namanya cora HQ (Head Quarter),


3 remaja , satu tinggi tegap dengan kacamata yang memperlihatkan matanya seperti seorang pria Black Knight, yup dia memang Black Knight, namanya Revan, satu lagi berwajah seperti orang cora, tetapi dia tidak setinggi pria cora umumnya, mungkin karena dia keturunan campuran dan dia pria paling terkenal diantara mereka, tak salah lagi. berserker muda ini namanya Wandi dia seharusnya dibunuh di cora, tetapi karena bangsa asalnya menyetujui aliansi antara mereka, karena archon bangsa asalnya membiayai dia yang jenius itu untuk sekolah di cora, satu lagi yang paling tampan diantara bertiga , juga doyan pacaran, yup, seorang knight yang paling aneh yang kami kenal, yaitu David, selain doyan pacaran, dia juga orang yang paling terlihat sifat tidak alim nya alias genit, karena knight biasanya selalu alim walau dia perna menlihat dan menraba "......" nya wanita. yah tidak perlu basa basi lagi, mereka bertiga sekolah walau berbeda jurusan di akademi Cora, Revan Mengambil jurusan ilmu hitam, Wandi mengambil jurusan kedokteran, juga David yang mengambil jurusan kebudayaan, tetapi mereka lebih akrab daripada keluarga

(sudut pandang dari Narator berakhir, beralih ke Revan sebagai sudut pandangn)

Suatu hari saat istirahat, gw, si boncel (wandi), sama David berbincang di kantin sekolah, tapi entah kenapa, boncel jenius ini sangat aneh hari ini, biasanya dia bakalan cerita soal kopi, tapi dia kali ini sangat serius membaca buku, lalu David seperti biasa mengoda cewe cewe jurusan summoner

"seperti biasa lagi si playboy ini" ujar wandi
"oi! apa maksud lo boncel!, eh kok elu g cerita soal kopi lagi" , tanya Knight berbadan hampir 2 meter itu
"ya awak tah kenapa hari ini sakit perut, ga ada alasan lagi sakit perutnya" ambek si Wandi
"pantesan, yuk hunt kita di crimson, tolong mukul ABA ya disana" ajak si david,
"nanti, gw sakit perut . lagi nyari peracik khusus biar bisa sembuh, oh ya, Revan, kok lu dari tadi diam terus" tatap wandi ke aku yang sedang galau
"hap hap hap hap hap hap" aku makan terus sambil lampiasin amarah
"hoi!" teriak Wandi dan David dengan kencang sampai satu kantin kedengaran
"napa sih, kok maen teriak segala" aku bertanya kepada 2 orang aneh ini
"kami yang mo tanya lu, kok hari ini aneh banget", tanya wandi dengan sedikit geram
"ya gw ada masalah dikit, tapi aku takutnya dibantai sama mbok archon pulak" kataku dengan sedikit ketakutan sambil cenglak cengluk liat kiri kanan untuk memastikan tidak ada yang mendengar

"ya bilang aja, sapatau bapak gwe bisa bantu" tegas David dengan tatapan penuh keyakinan

"ya begini, tadi pagi aku lagi jogging ke numerus, tau taunya aku liat satu cewek ya mirip mirip lu gitu(menunjuk wandi, maklum karena dia orang asing) dia mau di bully sama beberapa Mit Clod (wew , emangnya sejauh itu apa) disana, baru gw ga tega, lansung gw hajar tu mit clodnya, emang sih alot sekali, tapi cewek itu berterimakasih n dia cium aku," ujar aku sambil mengetuk kedua belah jari aku

"heh? cuma dicium pun, kenapa takut?" tanya wandi dan David berbarengan

"ya disananya gwe bimbang, kata dia , gabung aja sama pasukan bellato , disana diterima siapapun, asal dia mau setia. gwe udh ga tahan sama peraturan disini yang rada ketat, " kata Revan dengan wajah sedikit serius
"ooo..." kata wandi
lalu..
"APA! lu mo khianatin cora?" tanya david dengan wajah terkejut
"apa boleh buat, aku sudah tak tahan, wan. lu kan besar disana, tar gambarin lah peta nya" kata ku tampa meladenin pertanyaan david
"ya boleh, tapi kalo buat rusuh aja" kata wandi sambil meracik obat aneh lalu diminum dia lalu mengambil pensil untuk menulis cacatan usang itu
"jangan wan!, kalo gitu sama ja lo khianatin bangsa juga" cegah si david yang menggunakan pedangnya untuk mencampakkan pensil wandi
"jah, aku mau tulis catatan kok lu mala mo bunuh gw?" bingung si wandi
"hahahaha , sori wan, dia..." kata di david dan tiba tiba dipotong sama berserker muda ini
"klo lu teman dia ato teman gw, harusnya lu dukung, dia mo khianatin ya urusan dia yg penting  lu setia kawan ga?" tanya wandi dengan sedikit penasaran?
"ya bener juga lu , wan. beneran ni kita khianatin apa yang di perintahkan sama kepsek sama kita?" tanya David
"klo g langar mo apa lagi?" tanya wandi
" makasih wan, vid, aku berhutang sama kalian" kata ku dengan terharu
"ya sama sama, dalantnya sama peta nya aku siapin" kata wandi
"urusan kabur nya sama gw ja" kata david dengan semangat
"thanks dude" ujar ku sambil mengacung salam pergaulan pada boncel itu dan David

(sudut pandang kembali ke sudut pandang dari narator)
 selesai istirahat, mereka kembali ke kelasnya masing masing, dan mereka telah memasang strategi supaya Revan bisa kabur dengan tenang.
malam harinya
(sudut pandang dari narator berakhir, dan dilanjutkan oleh sudut pandang dari Wandi)

"oi cepat cepat" ujar aku yang sudah mempersiapkan uang 20juta dalant
"oke" kata Revan
"ya , cepetan wan, aku tunggu di dekat markas" ujar david dengan cepat membawa revan pergi

No comments:

Post a Comment