(sudut pandang wandi berakhir dan dilanjutkan oleh sudut pandang dari Kelvin)
Setelah kami membersihkan para turncoat, dan mengobati wandi yang luka serius.. kamipun berbicara dgn serius dan mengadakan rapat rahasia keluarga wandi itu
"vin, boleh bawa pulang rina ga? kami mau ngomong dulu" wandi berkata bergitu sambil memberi ciuman yang aman kepada gallerina, ceweknya itu
"oke... eh vid, itu urusan keluarga mereka, kita jaga cewek cewek ini aja" aku pun memangil david dan wendy juga mengikuti kami
di ruang pusat.. puri archon Bellato
"tadi sungguh mengerikan...aku nyaris saja mati" wandi berkata sambil mengenakan kembali armor dan senjatanya
"kamu hebat wan, punya teknik seperti assassin" puji benny, archon bellato itu
"ya . gapapa kok. cuma belajar gara bertarung doank" wandi merespon
lalu
"ibu.. sepertinya dugaanku benar, keluarga marauder sudah bangkit" wandi mengatakan itu dengan serius
"iya... ternyata.."
Flash Back
di pengadilan tertinggi cora
"Katakan! SIAPA YANG MERUPAKAN OTAK DARI PEMBERONTAKAN KELUARGA MARAUDER!" Pria beraura archon itu mengeluarkan pedangnya dan menghunuskan ke leher salah satu turncoat itu
"aaa.... aku sama sekali tidak tahu" jawab turncoat itu ketakutan
"saya memprotes! " kata pengacara itu
"silahkan" kata Ervina.. yang saat itu dia merupakan seorang hakim muda
"itu terlalu mengacam.. akan menghilangkan kejujuran seorang pelaku" kata pengacara itu
"protes diterima, turunkan senjata anda" jawab lagi wanita yang merupakan ibu gallerina itu
lalu dia melanjutkan pertanyaan itu
"saya tidak akan memaksa anda berkata.. tetapi saya hanya ingin mengetahui siapakah itu keluarga marauder.. apakah dia itu onion? jika ada lagi. katakan saja" kata hakim itu sambil menguntit kacamatanya
"iya... dia, lalu , Melvin , Diana, Ja..."
tiba tiba
"DARRRRRR!!!" onion melempar jurus death hack ke turncoat itu
lalu turncoat itu mati seketika
"segera cek siapa siapa itu yang merupakan marauder!" tegas wanita itu
"onion iya.. melvin.. iya Diana... iya, jack... iya. tapi jack berpihak pada kita" kata seketaris wanita itu
"segera cari mereka!" tegas wanita itu
"juga tangkap onion yang membungkam pelaku!" tegas wanita itu lagi
Flash Back End
"oh begitu, ternyata kakak aku juga terlibat dalam hal itu" kata archon bellato itu
"tapi saya tidak menghukum dia karena dia berpihak pada kita saat itu" kata Wanita berusia kepala empat itu
"ya makasih ya vina, udah biarkan ayah wandi hidup" kata pria itu yang sedang mengelap pedangnya yang berlumuran darah
"ternyata bu.. kamu pernah bertemu ayahku" kata wandi yang terkejut dgn pembicaraan mereka
"iya.. 10 tahun yang lalu.. tepatnya 3 bulan sebelum dia menghentikan perang anacade" kata ibu itu
"iya.. dia dipihak kita.. begitu kata ayahku" kata david yang telah kembali dari kediaman wandi
"david" mereka bertiga serentak
"ya.. , saat itu ayahmu yang juga mencegah orang itu bertindak keras" kata mantan archon itu dng santai
"pulanglah wan. jaga cewekmu. dan aku bebas tugaskan kamu dulu sampai kamu selesai menikah dan cewekmu melahirkan anaknya" kata paman wandi itu
"jangan paman. gw juga ada kaitan dengan perang anacade waktu itu" kata wandi yang menolak akan hal itu
"udah nak. demi kebahagiaanmu sendiri. pergilah, jangan ikut misi ini dulu sampai kalian punya anak" pesan ibu Gallerina yang terkena luka sabetan di tangankirinya
"wan. lu fokus di nikah aja, jangan pikirin soal kami, gw gantiin lu wat tugas ni" kata david yang menepuk pundak wandi seakan mengatakan kalau kebahagiaan itu penting
"okelah kalo semua nyuruh, w ngundurkan diri dari tugas" kata wandi sambil memberikan seluruh senjatanya kepada pamannya itu
wandi pun pergi ke rumah dia. tepatnya di belakang rumah archon bellato itu
sesampai di kediaman wandi
"eh wan. gimana , apa hasilnya bagus?" aku bertanya sambil melihat gallerina yang sudah tertidur dalam keadaan kacamata sniper dia masih dipakai oleh dia
"gw ngundurkan diri dulu. mo fokus nikah" kata wandi yang mengotong gallerina yang setengah buncit itu ke kamar tidur dia
lalu.. kamipun berbincang soal strategi lalu
"ni kak, cincin nikah yang kakak mau " teriak wendy yang mengambil dua kotak cincin nikah yang kupesan dulu
flash back
di siang hari. tempat ayunan rumah wandi
2 orang sedang bermain. salah satunya sedkit besar perutnya karena hamil. dan satu lagi pemuda yang kita kenal wandi.. mereka membincang sesuatu
"yank... warna perhiasan kesukaan mu apa?" wandi bertanya dgn santai
"ya.... semua warna pun gapapa. yang penting ukir nama kita aja" kata perempuan itu
Flash Back End
Yup, wandi membuka kotak cincin nikah yang berwarna merah dan terbuat dari ruby.... lalu....
"eh wan.. itu ukir nama elu dan g..." kataku dgn penasaran
"udah.. diam diam aja, pokoknya jalanin strategiku.. sapatau nanti malem lu hoki" kata wandi yang melihat cincin ruby yang berukir Wandi<3Gallerina dgn warna merahgiok
lalu dia pun menyogok aku dgn anggur dia yang mahal itu biar gw ga kasitau sama teman dia
lalu wandipun pergi kekamar dia sendiri
dikamarnya
wandi dgn lembut menyayangi gallerina yang tertidur lemah.. diapun melepas kacamata sniper dia . lalu
"yank... aku takut...." gallerina seketika bangun dan ketakutan teringat kasus yang hampir merengut nyawa dia dan anaknya
"tenang.. aku masi idup pun" kata wandi dgn wajah penuh senyuman dan memeluk dia
"jangan ngelakukan adegan berbahaya itu lagi yank.. seram.. aku mengira kamu udah mati..." kata gallerina yang menangis ketakutan itu seketika menjadi tenang dan aman
"setelah malam ini.. aku akan menghabiskan hidupku sama kamu dan keluarga" kata wandi
"maksuk ayank???" gallerina bingung
"ini... maukah kau menikahi aku??" wandi bertanya dgn serius dgn memberikan sebuah cincin nikah yang sangat indah dan bertulisan Wandi<3Gallerina dgn ruby berwarna merah giok. warna kesukaan mereka berdua
"aku jadi aman... besok kita nikah yank" kata gallerina yang dgn terharunya diberikan cincin nikah oleh wandi. demikian jugalah dia memberina cincin nikah itu
"jadi ayank gak mau nyari baju nikah?" wandi berkata dgn lembutnya
"tenang aja yank. udah ada kok" kata gallerina yang lalu mengambil sesuatu dan menganti bajunya.. seperti biasa kebiasaan buruknya dia tidak pernah menutup pintu walau dia sedang "ehem"
setelah keluar
"itu....." wandi takjub melihat gaun nikah itu
flash back
"itu..... jangan jangan dia .." wandi terkejut dgn perempuan yang menutup wajahnya dan mengenakan pakaian putri cora itu
Flash back
"ini...." wandi meneteskan air matanya karena ia mengingat kembali ciuman pertamanya yang diambil oleh dia
"iya yank.. aku tau ayank pasti suka sama jubah ini" kata perempuan yang sudah memodifikasi baju tipis itu menjadi hanya memiliki satu pengait yang bisa melepas seluruh pakaiannya. dan dia juga memakai penutup mulut lalu....
srak!
wandi seketika melepas penutup wajahnya dan mencium dia dgn hangat..
"yank, aku bahagia sekali dengan mu" wandi merespon dgn bahagia dan mereka pun berciuman
saat mau memulai "ehem"
"jangan yank. aku punya anak. nanti gugur pulak" kata gallerina dgn polos
"oh ya ya.. lupa aku" wandi lalu menghindari tanganya dari pengait itu
saat itu mereka tersenyum dgn bahagia
jam 2 malam , jam novus
"vid, lu udah pulang" aku merespon dgn santai sambil meminum anggur yang diberikan oleh wandi saat tadi mereka berbincang
"yup.. aku ditugasin wat misi rahasia" kata david yang sudah kelelahan
"eh wendy dimana? wandi dimana?" david bertanya dgn serius
"wandi udah jadi orang dewasa sob. lalu cewek lu udah tidur" kata kelvin dgn semangat
"eh. bener lo. wandi beneran besok mo nikah"david bertanya dgn semangat
"iya sob.. ga nyangka lagi dia nikahnya ama anak archon" kataku dgn semangat
"ini , anggur PJ dari wandi" akupun menawarkan anggur itu pada david
kamipun minum minum sambil pagi
jam 4 paginya
sesuai aturan menikah, sebelum jam 6 pagi. harus sudah dibawakan ke tempat pernikahan. kamipun
SRAK
"ba!! o.O" mata kelvin terbelalak melihat tubuh polos gallerina yang tampa berbusana menutup wandi yang dingin (yup, dia takut dingin)
"wah... tontonan indah" kata david yang melihat "gunung" gallerina yang luar biasa besar untuk cewek cora biasa
flash back
jam 2 malam
"brrrrrr... dingin banget " wandi kedinginan saat terkena udara yang memang dingin saat itu
"yank.. sabar.. aku pelukin" kata gallerina yang melepas seluruh pakaiannya dan memeluk wandi lansung
Flash back end
lalu
JTAK!!
"anu kak gallerina cuma wat pacarnya.. jangan liat.. bangun kak!!" kami dimarahi wendy yang tau aturan itu juga dan dia membangungkan kakaknya dgn air
"uuh.. kenapa.. OOHHKK!!" wandi seketika menutup tubuh tampa busana ceweknya itu
"keluar keluar keluar" kata wendy sambil mengusir kami
(sudut pandang Kelvin berakhir dan digantikan oleh sudut pandang wendy)
"eh... udah jam 4. bangun yank" kata kakakku yang sesegera membangunkan gallerina
"iy... a... udah jam 4" cewek yang ga berbusana itupun lansung pergi ke kamar mandi mengganti bajunya
"aku juga deh" kata kakak itu
sesuai tradisi, gw gantiin baju kakak ku sebagai bentuk penyampaian jumpa dgn kelajangan kakak ku. lalu, ada yang membuatku tertarik
"anu... anu kakak gede banget ya" aku berkata begitu di hadapan kakakku yang sedang mengganti bajunya
"aku udah selesai yank.." kata kak rina yang sudah memakaikan baju putri cora itu beserta penutupnya
lalu kamipun berangkat ke tempat pernikahan
jam 6 pagi
sesi pernikahan pun dimulai
aku melihat banyak teman teman kakak ku , aku bersama pacarku. david, juga kelvin berserta geng geng teman kak wandi lainnya juga diikuti dgn paman benny duduk di depan
- mereka melakukan saling menulis di tangan
- mereka melakukan sumpah perjanjian
tiba disini
"mempelai pria dan mempelai wanita. silahkan saling memberi cincin" kata ibu mertuaku yang juga berperan sebagai pengurus pernikahan mereka
merekapun melakukan ritual saling memberi cincin dengan romantisnya
"Memberi cincin telah selesai. saatnya mempelai pria membuka penutup wajah mempelai putri"
lalu diapun dgn lembut mengangkat penutup mukanya kak rina. lalu merekapun saling berciuman
"posesi pernikahan telah selesai. pesta dimulai"
semua orang pun bertepuk tangan
"bentar mi" kakak ku berbisik pada ibu mertuaku untuk mengumumkan sesuatu
"ooo. oke nak.. , sebentar.. ada keinginan dari anak ku ini. dia ingin melempar bunga kepada siapapun yang ingin memperoleh kebahagiaan disini" ibu ku berpidato di depan dgn penuh wibawa
semua orang pun bersiap siap
lalu kakakku dan kak rina bersiap ancang ancang
"1... 2... 3... Lemparrr" kakakku dan kakak iparku teriak bersamaan dan melempar bunga itu
semua orang mengejar bunga itu...
"Hap!, jah... kita meleset yank" kata david. pacarku
lalu tiba tiba
HAP! HaP ! DUK ! ouch!
kak kelvin dan seorang cewek saling bertubrukan
"itu kan....." kata david
Flash Back
Dia melihat wandi yang susah payah melindungi kak rina dan seorang perempuan
"wew . hebat elu wan, bisa ngalahin accretia ini pake tangan kosong" kata david . lalu dia juga sambil melihat cewek yang ketakutan itu
Flash Back end
"jesicca, u gapapa kan?" kakakku berlari sambil mengotong cewek itu
"gapapa kak. makasih" kata cewek itu yang nyebutin namanya jessica
"vin. bawa dia ke ruangan belakang" kata kakakku sambil balik melihat kak rina yang udah gak sabaran
"u selingkuh pulangnya kupukul u pake palu" kak rina berbisik dgn ancam
"udah.. ampun istriku" kakakku menjawab dgn senyum
"oke... posesi pernikahan sudah selesai.. mari kita berpesta untuk pasangan yang baru (ga usah lebai deh)" begitulah paman archon itu berpidato
kami pun berpesta dgn senang hati dan santai...
di kamar belakang
setelah kelvin membersihkan luka dia.. diapun
"kamu jesicca kan? anak akademi waktu itu" kelvin bertanya
"iya kak.. maaf ya udah ngelukai hatimu" kata cewek itu
Flash Back
di ether
sebenarnya mereka udah kenal lama loh.... nanti di episode pertama Behind The Novus II akan cerita soal itu
di sebuah tempat
"boleh gak aku jadi cowokmu?" tanya kelvin
"PLAK! aku gak suka sama cowok kismin kek lu!" kata jessica yang menolak dia mentah mentah
Kelvin pun menangis patah hati ditengah salju yang dingin
Flash Back End
"gapapa" kata kelvin yang membalut lukanya
"setelah kak wandi membunuh cowok yang menipu adeknya itupun.. aku jadi ngerti .. harusnya aku trima apa adanya.. bukan ada apanya...." kata jessica
"bguslah kalau kamu sadar" kata kelvin yang udah selesain pembalutanya
lalu jesicca pun pergi dan.....
bruk!
jesica pun terjatuh dan roknya memperlihatkan "ehem" yang berwarna kuning jagung itu juga kulit kuning langsatnya yang halus itu
"kamu gak apa apa?" kata kelvin sambil mengotong dia kedalam ruangan lagi
"maaf,, malah merepotkanmu.. ternyata tampa kamu aku gak bisa apa apa" kata jessica itu dgn mata menantang
"iya... kamu mau terima aku apa adanya kan?" kelvin bertanya dgn lembut
"iya.. maafkan aku.. aku kalau tak salah memilih orang .. mungkin kita sudah sebahagia kakak penolongku itu" kata jessica yang lansung menyambar bibir kelvin
5 jam kemudian
segerombolan orang kembali ke kediaman paman benny. yup, ga salah lagi, aku, pacarku, kakakku, kakak iparku, ibu mertiaku, dan paman benny
lalu kakakku bersama istrinya duduk di depan ibu mertua dan berbincang bincang dgn santai walau kakakku sudah mabuk karena menangkis minuman anggur itu
"wah .. kalian udah dewasa,, apalagi rina punya anakmu wan.. sekarang anakku kuserahin padamu nak" kata Ervina, ibu mertuaku yang juga mantan archon itu
"iya.. makasih mi, oh ya gw boleh ikut istri manggil kamu mami kan?" kakaku bertanya dgn polos dan wajah mabuk
"boleh ^^. kan udah anakku sendiri" kata dia lagi
"rina.. bawak masuk ya cowokmu.. dia mabuk banget itu, " kata ibu mertuaku yang melihat kakakku oleng sana oleng sini
" iya mi.. yank.. kamu pengertian banget ya" kata gallerina sambil meniup dan mengigit telinganya dgn nakal .. nama asli kakak iparku itu
kamipun ngobrol dgn puas dan semangat banget karena hari ini hari kebahagiaan ganda alias double happiness
sementara itu di kamar belakang
aku melupakan dia. kelvin. yang bercinta dgn jessica hingga 5jam.. kakakku paling kuat itupun 2 jam
yah.. mulai saat itu.. dia menjadi sangat menyayangi ceweknya yang sudah menyerahkan kesuciannya pada kelvin dan bahkan di perang elan.. dia mati karena cewek dan teman baiknya
begitulah dgn kami.. keluarga penuh kebahagiaan walalu banyak unsur pergaulan bebas didalam keluargaku
"selesai juga..." pikir aku sambil menulis diari aku yang bertulisan David <3 Wendy
"yank.. mau gak besok pulang sama aku ke cora?" tanya david dgn santai
"ayank kemanapun, aku ikut ^^" aku menjawab dgn santai
lalu
srat!
sambil menyingkap rokku.. david menciumku dgn penuh keberanian dan menyiramku dgn cinta terlarang
Lagi Lagi aku disiram cinta terlarang..................
--
The End
--
luar biasa menlelahkan.. cerita ini mau gak mau gw bikin sesuai gaya pacaran anak zaman sekarang. hihihi
sip deh
walah dihantui sama Copyright.. aku pun tetap akan berkata
Disclaimer aku sendiri, Nandermind. selaku penulis FanFic ini
Disclainer For So Jung Lee singer who makes RF online OST
nah udah tau kan jawaban nya siapa cewek kelvin?
yup.. dia itu Adek Wandi.. Jessica (Episode 37 : Love and Kindship)
No comments:
Post a Comment