Di Benteng Anacade
seperti perintah archon cora, mereka pergi ke anacade untuk menjalankan tugas perdinasan , tampak mereka berbincang dgn seorang cewek yang mirip wandi itu
"eh cewek, kamu tau gak dimana puri archon?" tanya David, teman seangkatan wandi
"aku wendy, jgan asal asal pangil eh cewek gitu!" kata pemilik suara itu dgn wajah sok marah
"iya iya, wendy, dimana puri archon kalian?" tanya david sambil menenangkan situasi
"di dekat HQ bellato, tapi orang cora seperti kalian gak bisa masuk" jawab wendy sambil mengejek black knight itu
"loh?? kok gitu? aku dengar temanku yang cora bisa masuk loh?" david bertanya dgn penuh penasaran
"ooo, mungkin aku bisa tanya paman benny kenapa begitu, ikut aku.." kata Wendy yang lansung naik RMAU dia dan mengantarkan aku
sebelum naik ke RMAU
"wow, montoknya" guman aku sambil melihat rok wendy yang tiba tiba tersingkap karena udara yang kuat
lalu
JTAK!
"apanya yg wow!" jawab wendy yang seakan akan tau apa yang dibicarakan oleh David dan memukul mata dia dgn kipas berukir nama dia
"udah uda, cepet , temanku disana" ujar david sambil berusaha mendorong RMAU wendy yang sangat berat itu
mereka pun pergi, sementara itu
"oi david, tunggu akuuu~" teriak Kelvin yang ditingalkan oleh kedua orang itu
di puri archon
JREK!
"glek! pistol tiba tiba didepan mata" kata david dan Kelvin serentak sambil melihat machine gun yg didepan mata mereka
"paman~~ teman cewek cora itu dateng" teriak wendy kpd om awet muda yang sedang menyiram tanaman
"eh, mereka dateng?" kata paman itu yang ternyata adalah archon bellato
lalu entah kenapa, tiba tiba pistol itu hilang sendiri, mungkin karena tidak ada tanda tanda pernyerangan
sesampai di puri kedua, rumah wandi
"wandi!!! lu dimana!!!" teriak David dgn wajah preman
"apa lah lu ini, rumah orang lu teriak teriak gitu" respon Kelvin sambil menutup mulut david, dan melihat luasnya rumah dia
"eh , mungkin kakak aku lagi dikamarnya" kata wendy sambil menunjuk kamar yang pintunya unik
"eh sebentar dulu, lu adeknya wandi?" tanya kelvin sambil menunjuk tunjuk wendy
"iya.. salam kenal kak" balas wendy yang sangat friendly itu dgn bersalaman
"eh, ga nyangka juga, dia punya adek seimut ini" kata David yang memulai nada flastelo khas dia
"siapa yang tanya elu?" jawab wendy ketus dan mengejek dia lagi
"tangan dia halus banget..." bisik kelvin kpd David seolah dia menantang david untuk menembak gadis boncel itu
sesampai di depan kamar wandi
(sudut pandang dari narator berakhir dan dilanjutkan oleh sudut pandang dari kelvin)
"kakak... teman ka...." teriak wendy yang tiba tiba keluar dari kamar dan bermuka merah padam
"kenapa?" tanya kami berdua polos
"ada cewek gak berbaju disana tidur bareng sama kakak aku..." kata wendy dgn jujur
di kamar, aku melihat wandi telah mengetahui kami telah datang, lalu dgn cepat dia mengambil baju gallerina dan memakaikan ke ceweknya itu sambil BL (body language) ke aku dgn pesan "ulur waktu sob"
"yang bener aja?" david bertanya dan ingin membuka pintu itu
"jangan dulu, mana mungkin adek dia bohong " aku menjawab sambil diam diam melempar sebuah kertas yang bertulisan "cepetan pake baju kalian, klo mereka masuk, sibuk lo" dan kebetulan ketangkap oleh tangan yang ada bekas cakar itu
lalu akupun memberi isyarat pada wendy agar dia menutup pintu kamarnya
"yuk kita duduk bnter" kata wendy sambil menutup pintu
"yah, kirain bisa liat tontonan seru" guman david dgn wajah lesu
kamipun makan makan dan berbincang bincang, ternyata wendy masi lajang, en usianya muda banget (17 tahun, sementara kami ber3 bareng wandi ada itu usia 20, brati gallerina lebi tua dr dia setahun ), cewek berambut pirang seperti bule itu pun mendengar langkah kaki yang khas banget
"uuh, siapa sih. gw lagi tidur siang ni!!!" respon wandi dgn mata yang sipit, dgn bekas cakar di dekat leher dan tangan nya juga bekas ciuman di muka kanan , juga sedikit berdarah di bibirnya (mungkin ciumnya mpe maen gigit kali)
"eh wan kok elu kek abis dihajar aja" tanya david sambil melotot leher wandi yang terlihat sekali bekas cakar empat jari
"ceritanya panjang sob" jawab wandi seolah menyembunyikan sesuatu
"eh wen, tumben lu cepet kali pulangnya, ga patroli?" tanya wandi sama adeknya itu
"ya gak ada kerjaan kak, hari ni libur" balas wendy sambil menawarkan segelas kopi
(sudut pandang kelvin berakhir dan sementara digantikan oleh narator)
dikamar
cewek berrambut pirang dgn ikat di ujungnya itu akhirnya bangun juga, dgn rambut berantakan, tetapi bajunya rapi
"loh, aku kan gak ngiket tali baju aku, kok ini...." guman gallerina yang membuka kembali tali bajunya lalu membersihkan "centre" nya yang ada cairan bau amis dan kental itu
lalu dgn piyama dia yang belum diikat , diapun mengintip keluar ternyata david, kelvin, wandi, dan seorang cewek bellato lagi berbincang bincang diapun secepat mgkn merapikan bajunya dan keluar
(kembali ke kelvin)
"siapa kau!" si wendy menyodongkan kipas nya ke leher gallerina
"itu teman kami wen" kata david
"iya teman kami" akupun menyahutnya
"oh ya, aku lupa kenalin wen, ini cewek aku, gallerina" wandi dengan refleks menarik tangan gallerina dgn lembut dan penuh perhatian
"oh jadi ini, cewek cora yang kata paman itu jadi cewek kakak?" wendy bertanya kembali
"iya" kata wandi dgn pede
"iya, salam kenal, aku gallerina"jawab cewek itu dgn tatapan sedikit ketakutan
mereka bertigapun berbincang dgn puas, tapi.....
david menengak anggur yang dibeli wandi dgn harga 50juta dalant (emangnya ada?) bukan segelas, tapi sebotol
"oi! itu anggur mahalku~~~" teriak wandi yang terlambat menghentikan david meminum anggur itu
"david, ngapain elu? mo bunuh diri?" kelvin pun memarahi dia
"emangnya, apa hubunganya dgn aku???" David bertanya kembali dan saat itu david udah mabuk
"eh dia udah mabuk, gotong dia ke kamar depan" pitah wandi yang menyuruh adiknya mengotong david yang menyayi seperti orang bego
sesampai di kamar sebelah kamar wandi
gw ngeliat dia terkulai lemah, dan daritadi berteriak "aku iri padamu wan, sebahagia itu, tiba aku? nembak cewek aja susah"
ya apa bole buat juga
kualat, gara gara suka playboyan
lalu akupun keluar
"eh wan, aku pulang ke cora dulu ya, si david tar dia pulang ndri, sapa suruh dia mo mabuk mabukan" aku berkata sambil pamitan dgn wandi dan pacarnya
(sudut pandang dari kelvin berakhir dan digantikan oleh sudut pandang dari narator)
besoknya
pagi pagi, di master bedroom, terlihat 2 orang tidur di satu ranjang, tapi satunya sungguh kasihan, diperlakukan seperti guling tidur, yup gak salah lagi, korbanya wandi (selalu jadi korban, hahahahhaa)
"uuh, kuat kali belitan nya, siapa sih" pikir wandi sambil melihat
gallerina yang memeluk dia dgn kuat
lalu dgn pelan, dia mengatur kembali posisi tidur kekasihnya,
sementara itu
"wen, awen" wandi memangil adiknya, wendy.
disebelah kamar diapun
"wah wah, david david, ga perna berubah" pikir wandi sambil memberikan selimut dia pada mereka yang saling berpelukan
sesudah itu diapun membuat sarapan dan kopi khas dia
beberapa saat
"hoam..... bau nya enak banget" guman gadis itu yang kaget melihat dia refleks memeluk david
lalu cewek itu sambil garuk garuk kepala keluar, dan sesampai di meja makan tepatnya di tengah puri itu
"udah bnguk dek, enak ya tidurnya" respon wandi sambil menengak kopi nya
"apanya enak? orang cora coba gw tidur di sampingnya" jawab wendy, adik wandi sambil menengak lansung kopi yang tepat didepan matanya
"hahahaha, gapapa. apa kamu suka sama dia?" wandi lansung bertanya sehabis menengak habis kopinya
"TIDAK! kakak ini napa sih? abis diracunin sama pacar kakak? biasa kakak gak perna tanya gitu" balas wendy yang wajahnya memerah
david pun terbangun karena teriakan adik berserker muda itu,
"eh , udah bangun lu vid?" tanya wandi sambil tertawa melihat muka adiknya memerah
"emangnya gw masi tidur?" david bertanya kembali sambil memakan lansung roti gandum bakar yang dibuat wandi tadi pagi
lalu merekapun berbincang bincang dgn lantang
sementara itu di kamar mandi master bedroom
seorang perempuan berusia 18tahunan, mandi dgn segala teknologi yang serba canggih, setelah merias, diapun pergi makan
di tengah jalan
"eh , bau kopi ini............" guman cewek itu yang gumanannya kedengar oleh wandi
"eh , rina. bangun jg kamu, ini kopi kesukaanmu" respon wandi sambil menawarkan kopi kepada rina, begitulah panggilan gallerina
"iya, makasi yank. aku dingin banget..." gallerina menjawab sambil mengigil karena dinginya air pagi hari
"wah wah, aku lupa pasang pemanas air," respon wandi sambil mengaruk garuk kepalanya
"gapapa, gw biasa kok mandi air dingin pagi pagi" jawab gallerina yang tidak ingin cowoknya khawatir dgn dia
"itu tadi? kedinginan, kalo ga biasa, ya jujur aja" kata wandi dgn wajah penuh senyuman hangat
"eh wan ada yang mo gw ngomongin ama elu" david mengetuk bahu wandi.
lalu mereka pun pergi
di halaman puri archon
"ada apa sob, kok mangil gw kesini" wandi bertanya dgn sedikit penasaran
"adek lu lumayan cantik juga ya? kasi gw knalan ama dia ya??" david merespon dgn penuh keyakinan seolah olah dia gak playboy lagi
"apa? adek gw? g nyesel tar jadi adek ipar gw?" wandi bertanya kembali
"gapapa... pokoknya w udh bener bener jatuh cinta spesial dgn dia" kata david yang suaranya lumayan keras
"jatuh cinta spesial??" wandi bertanya dgn penasaran
"yup, itu istilah wat playboy, artinya dia g bkal mengejar cewek lain selain dia lagi" balas david yang memang murni playboy
"ooo, boleh boleh aja. asal lu jangan lukai hati dia, dia orangnya gampang bnget sakit hati, makanya gw ga perna mukul ato marahin dia"
wandi mejawab dengan hati hati
mereka pun kembali
"oke, gw mandi dulu sob, rina. yuk ikut gw. selamat makan ya" kata wandi dgn memberi BL kepada gallerina agar dia mengikuti wandi
"iya yank," respon gallerina sambil mengandeng tangan wandi
di meja makan
"eh wen, boleh aku tanya gak?" david memulai aksi menenbak nya
"iya, napa?" jawab wendy dgn lembut seakan dia sudah menyukai dia
"gini wen, makasi ya udah selimutin aku" kata david yang mulai memerah mukanya
"iya, " wendy menjawab dgn ketus dan mulai malu malu
"jujur aja wen!" bentak david sambil mengangkat tangan dia
lalu wendy pun menampar dia, dan seketika david pun mencium dia
di ruang kerja
dua orang mengintip situasi mengcekram itu, mereka saling meninpa, seorang cewek diatas cowoknya sambil menusuk kepala dia
"eh yank, itu rencana usil lu lagi?" gallerina bertanya sambil menusuk kepala wandi dgn siku dia yang kulitnya sangat halus
"ga lah, aku mah nyuru dia pasang strategi sndri, jangan tanya gw" wandi menjawab dgn santai
di meja makan
david mencium wendy dgn penuh perasaan walau dia selalu berontak, tetapi.... wendy entah kenapa menghentikan pemberontakan dia dan membalasnya dgn lembut, lalu sementara itu
di ruang kerja
"eh ya..." tiba tiba mulut wandi disambar oleh gallerina, seketika dia mau menlakukan sesuatu yang terjadi seperti kmaren tetapi...
"jgn dulu yank, nanti malem aja. aku nanti mau ambil tugas di HQ" wandi menghentikan gallerina yang mulai melepas perlengkapan yang dia pakai
"bener ya.." jawab perempuan yang rambutnya bercat pirang kecoklatan itu lalu diapun seperti biasa meniup telinga wandi lalu mencium muka nya
di meja makan
suasana disanapun menjadi romantis dgn menantangnya mereka saling berciuman, tetapi david mulai kehabisa nafas dan mengerakan tubuhnya sambil berkata hhmmmppphhh hhhmmmmppphhh (bntar bntar, aku habis nafas)
"hahahahaha, kamu imut ya" jawab wendy yang menghentikan adegan ciuman mereka
"uuh, jadi... boleh ga kamu jadi cewek aku?" david bertanya dgn nafas sedikit tersengal
"ya.. seumur idup aku blum perna diperlakuin selembut itu, kamu orang pertama yang begitu... tapi?? kakak aku setuju ga???" wendy ragu dgn keputusan dia
"udah lah, dia malah setuju lagi" jawab david dgn semangat
lalu diapun ditarik wendy ke kamar dia sendiri, kamar penuh dekorasi serba pink, warna kesukaan adik orang berdarah campuran itu
"iya.. tapi aku gak suka playboy ya" jawab wendy sambil menampar nampar dia dgn playful
"eh kamu kok..... cowok gak boleh ke kamar cewek loh" respon david dgn sedikit sopan
"udah langgar aja" jawab wendy jgn tatapan mata menantang
ya begitulah, akhirnya david memperloeh cinta sesungguhnya, dia pun sejak itu bersumpah pada DECEM untuk tidak menduakan cewek lagi
di ruang kerja
"udah yuk kita pergi ambil tugas, sekalian cari job cocok buat ayank" wandi mengajak gallerina keluar sambil menutup pintu yang secara diam diam dia melihat mereka yang memulai perang di ranjang dgn sengitnya bahkan melebihi dia sendiri
"yuk.. eh yank, gapapa ya kamu biarin kek gitu? david kan playboy" gallerina bertanya kpd wandi dgn penasaran
"gapapa, klo dia ngelanggar cukup dikasi pelajaran juga, walau adek aku feminim kayak kamu, tapi dia orangnya lumayan galak loh. aku yang kakaknya aja pun perna diomelin dia, mungkin ketularan sifat mama aku kali" kata wandi sambil nyengir karena teringat dia perna dipukul habis habisan sama adeknya
lalu merekapun berjalan
"eh mereka perang diranjang seru loh, tar kita tanya yuk" kata wandi nakal
"jangan lah, nakal kali ayank ni, hehehehehe" jawab gallerina sambil mencubit dia
mereka berbincang bincang dgn hangat dan merekapun pergi ke HQ bellato
Reunion : End
-- --
"Satu poin lagi yang membuat fanfic tidak merupakan bentuk pelanggaran hak cipta adalah tujuannya yang hanya demi kepuasan penggemar semata, bukan untuk mendapatkan keuntungan (dalam hal ini uang)"
siapapun boleh membuat fanfic dgn catatan diatas
jadi akupun melarang keras siapapun yang menlakukan izin pengkopian naskah wat nyari duid walau bentuk adsense karena itu adalah bentuk plagiat
Special For Gamer's Motto : Say no to Bogus Writer!
heh abis tegas diatas, akhirnya episode terpanjang ini pun selesai, episode yang saya itung bisa tu wat 5 episode
akhirnya gw bisa gambarin akhir bahagianya david, ternyata dia pacaran dgn adek wandi, wendy. hehehehe
dilanjutkan ya :)
semoga RF FanFic Mania menyukai hari penuh tertawa dan haru itu
No comments:
Post a Comment