Wednesday, 18 July 2012
Behind The Novus (Endless Story)
(Sudut pandang tetap di Narator)
"anda tidak menyerang keluarga bellato itu?" kata seorang perempuan telanjang
"ooh. salam untuk ratu calliana" kata Onion sambil menunduk
"tidak sungkan.. saya punya rekomendasi.. tapi anda harus melakukannya saat mereka tepat di Ether. bukan di pancing" kata wanita telanjang itu
"apa?" kata petingi cora yang tidak disangka adalah pengkhianat itu
"anda hanya perlu menunggu mereka semua datang ke ether, kudengar wandi itu sayang sekali dgn istrinya.. mungkin bisa kupancing setelah mereka disana dgn menyamar jadi istrinya" kata ratu calliana itu
"hmm.. ide yang bagus juga.. jadi apa yang perlu kamu perbuat untuk itu"kata onion dgn serius
"hanya menunggu.. kita jadi seorang serigala saja.. tunggu mereka datang sendiri baru kita serang" kata ratu calliana itu lagi
''baiklah ratu calliana, saya menghargai perkataan anda" kata onion itu
Di ruang kerja Puri Archon Bellato
seorang pemuda dgn santai termenung sesuatu....
dia tak asing lagi.. wandi
sambil melihat surat yang dia peroleh.. dia pun sempat termenung
"kelihatanya beban besar menunguku.. menjaga anak ku.. istri ku.. juga keluargaku.. sekaligus sebagai archon juga jika aku terpilih.. bagaimana ya.. apa aku bisa mengemban itu.." wandi berpikir sambil melihat lukisan couple mereka saat mereka menlakukan pertunangan
dia terus termenung seakan tidak merasakan apa apa
lalu
"nnnggghhhh.. aaa" gallerina berteriak merasa sakit pada perutnya itu
"kenapa yank..." kata wandi sambil keluar dari kamar itu
"aku sakit..." kata gallerina merasa sakit pada janinnya itu
"sini kubawain" wandi menggendong gallerina dgn penuh usaha karena beratnya yang luar biasa itu karena anaknya
di rumah sakit
"sini tanganmu... pendarahan dalam ni" kata dokter pribadi wandi itu yg bername tag PrimeBoy (asek bgt namanya)
"kenapa bisa begini ya??" wandi bertanya dgn aneh
"ya gila lu.. klo lu bawa cewe yang ada anaknya apalagi kembar apa ga berat??" kata craftsman itu
"hahaha.. udah.. tolong obatin deh.. ada untungnya juga w ajarin orang orang ini soal kedokteran" kata wandi dgn santai
lalu lengan wandi yang mengalami pendarahan dalam itupun diobati dgn tenang
setelah itu...
"ketua kedokteran?" kata dokter wanita itu
eh lupa bilang.. kalo wandi itu ditugaskan oleh archon cora ke bellato karena dikirim kesana sebagai ketua kedokteran rumah sakit militer bellato selain karena misi pribadi dia
"iya.. kenapa?" wandi bertanya dgn lembut
"ini hasil pemeriksaan istri anda" kata dokter itu dgn tenang
dia pun melihatnya... seketia dia menangis.. karena melihat hasilnya
menangis terharu karena anaknya kembar
menangis sedih karena itu akan merengut nyawa istrinya jika tidak diurus dgn baik persalinan dia (sakit sedikit saja lansung koma)
"kenapa pak??" kata dokter tu
"aku sungguh payah.. percuma aku seorang ketua kedokteran.. tapi istriku pun tak bisa kuurus.. boleh aku minta bantuan pasukan sustermu ?" kata wandi yang memakai baju biasa itu
"silahkan jika bapak membutuhkannya" kata dokter itu dgn tenang
"terimakasih.. " kata wandi dgn tenang
"oh ya.. pak.. nona rina masi koma karena lemahnya fisik dia.. jadi mohon bapak untuk menunggu sampai dia bangun" kata dokter itu lagi
"baiklah.. mohon bantuannya ya. kirim telegram jika ada perkembangan" kata wandi dgn serius
wandi pun meninggalkan RS itu
di Puri Archon
"datang juga kau.. pengkhianat marauder!!" kata seorang wanita telanjang
" calliana?" kata wandi dgn serius
lalu
JREK!!!
TEP!!
wandi tiba tiba mengeluarkan Relic Strong Intense Spadona dia
"wah wah.. mau dibunuh toh." kata ratu calliana itu
"kenapa kau mencari keluargaku lagi! AYAHKU SUDAH BILANG KAMI MEMUTUS KONTAK DGN KELUARGA MARAUDER!!" wandi yang tenang.. tiba tiba membentak
"itu kata ayahmu.. tapi kamu??" kata ratu mobs itu lagi
"aku sekata dgn ayahku" kata wandi dgn tegas dan dingin
"ooh.. begitu... jadi anda memilih untuk mengeliminasi keluargamu sendiri?" kata calliana dgn santai
"karena aku tidak mengangap diriku orang marauder lagi" kata wandi dgn dingin
sementara itu...
ibu Gallerina, Ervina yang kebetulan baru pulang, menlihat mereka yang bercakap cakap itu
dgn mengambil ancang ancang....
"Calliana!! Mati Kau!! Hell FIRE!!" ibu gallerina itu mencast jurus mematikan
Blarrrrrrrr!!!
tapi...
"cih.. mudah sekali ditangkis" kata ratu calliana itu yang menangkis jurus itu dgn mudah
tiba tiba.. dgn pedang samurai milik wandi
DEATH BLOW!!
DASH!! Slash!!
jurus mematikan itu membuat ratu calliana terluka dgn mudah
"baiklah jika kamu memaksa... aku memberi taruan padamu.... aku mendengar 5 bulan lagi pemilihan nominasi archon.. jika kamu terpilih.. kujawab duel satu melawan satu kamu .. di Ether, jika kamu kalah... keluargamu, beserta istrimu, gallerina . akan kubunuh.." kata ratu calliana itu dgn tegas dan meninggalkan mertua anak itu
"wan... sepertinya rahasiamu tak bisa disembunyikan la.."
"pulanglah ke cora sama rina.bu" perkataan ibu itu dipotong oleh wandi
"kenapa?" ibu itu membalas lagi
"ibu sudah melihat sendiri kan? nyawaku terancam. aku tak mau anak anak ku sama istriku juga ikut terancam, jadi mohonlah. bawa pulanglah mereka bu. " kata wandi dgn tertekan
"tenang wan.. paman lindungin mereka.. soal dendam lo.. biar lo yang urus.. jgn pikir soal itu" kata paman benny dgn santai
"tapi..." wandi meragukan sesuatu
"gak ada kata tapi tapi... jalankan aja, mereka tetap tinggal disini. ini dendam mu, bukan dendam mereka" kata archon bellato
"baguslah.. tolong ya paman.. kalo seandai..." mulut wandi tiba tiba ditutup oleh wanita itu
"demi istri mu nak.. jangan berkata itu" kata ibu vina sambil menutup mulut wandi
"hmmpphh (iya.. tapi lepasin mulutku)" kata wandi yang mulutnya disumpal itu
"baiklah.. istirahat dululah nak.. kamu sepertinya tertekan" kata ibu itu sambil mengecup dahi wandi dan mengambil pedangnya
wandi pun pergi dan mereka berbincang
"kenapa vina menutup mulutnya tadi??" kata benny dgn tenang
"karena aku mau dia tetap tegar.. memang, melawan pitboss bukan mudah.. karena itu aku menutup mulutnya karena tau kalau dia akan berkata "kalo seandainya gw tewas.. tolong pulanglah ke cora.. demi anak ku" kata mantan archon cora itu yang menggunakan sight untuk membaca pikiran dia (emangnya bisa?? kan cuma reveal invisible?)
"then kenapa kamu mengeluarkan pedang dia?" kata benny yang melotot pedang wandi di tangan dia
"aku mau membuatnya jadi kuat.. dan Masjetic Hora Sword itu sebenarnya milik gallerina, aku ingin kombinasi senjata itu. bersama snjt dia menjadi seperti pertalian kasih sayang.. sehingga mereka bisa bertarung sama sama melawan calliana queen" kata Ibu vina itu sambil melihat 2 senjata wandi yang diambil dia
di ruang kerja wandi, puri archon
wandi duduk dgn wajah gelisah.. pertama kalinya dia gelisah .. dan seseorang tiba tiba mengunjungi dia
"eh wan... kata paman lu kok lu akhir akhir ini gelisah??" kata seorang wanita cora datang kesana
"tidak apa apa.. aku merasa sesuatu yang gak beres" kata wandi dgn wajah takutnya terlihat
"itu.. udah gelap bgt muka nya kasitau lah kenapa" kata jessica, begitulah pemilik suara itu
"ya aku terpikir.. 5 bulan lagi aku masuk nominasi archon, anak ku udah mau lahir. dan bakal ada serangan karena aku lagi... entah bagaimana aku harus hadapin" kata wandi sambil mengeriyit bolpen mahal dia itu
"ternyata... dia memikul beban seberat itu... pantas saja dia selalu tegar menghadapi sesuatu" kata wanita itu
"wan ..... mungkin entah kenapa kita punya ikatan perasaan sekuat itu, seperti seorang saudara, tapi apa kamu ga kepikiran pulang ke cora?" kata jessica dgn santai dan menghibur
"tidak... pamanku memaksaku untuk tidak membawa mereka pulang.. dia mungkin akan membantu. jessica, seandainya aku tewas nantinya saat perang ether.. aku boleh minta sesuatu??" wandi bertanya dgn serius dan wajah ketakutan
"silahkan saja.. sebisa mungkin ku bantu" kata jessica dgn semangat
"ini jes... pakailah ini untuk melindungi sanak saudaraku saat aku meninggal, karena lawanmu adalah queen calliana" kata wandi menyerahkan bola animus pada jessica
"queen calliana?? maksuk mu pitboss yang terkenal kuat itu?" jessica bertanya dgn serius
"iya.. dia adalah kepala keluarga marauder.. darahku juga mengalir darah itu. dan aku dan ayahku udan putus hubungan keluarga dgn mereka, tapi.. dia tiba tiba datang dan ingin merengut nyawaku.. karena itu.. hanya kamu yang bisa kupercaya " kata wandi dgn sedikit gelisah
"okelah.. akan kupake.. tenang ja wan.. aku gak bakan bikin lu kesel" kata jessica yang sudah mengetahui animus itu apa
lalu setelah itupun.. dia selalu mengunjungi istrinya tampa mengikuti war.. suatu hari
4 bulan 29 hari setelah gallerina koma..
di rumah sakit
wandi yang tertunduk meneteskan air mata melihat istrinya terbaring lemah. dan dia teringat saat berbahagia dia bersamanya
lalu
"pip , wan" kata pemilik suara itu
"pip. ya vid" kata wandi yang mengelap tetesan airmata dia
"pip. aku jadi archon cora!!! hehehehe"david membalas dgn sombong
"pip. selamat ya., besok aku mau ikut nominasi archon.. " wandi membalasnya lagi dgn wajah lesu
lalu mereka pun bercakap cakap di walkie talkie dia
selesai bercakap cakap
lalu
"uuh. kenapa kepalaku pusing" gallerina terbangun..
"rinaa, aku tak tau lagi berapa lama kita bisa bersama" wandi memeluk dia seketika dan meneteskan air matanya
"udah yank... semenjak aku memilihmu di rumah sakit waktu itu.. aku udah janji ga bakal ningalin kamu.. polos deh kalo kamu nangis" kata gallerina sambil membersihkan air matanya itu
"pak... ini laporan kemungkinan persalinan berhasil.." kata dokter asistennya itu
"baik.. terima kasih ya.. kerja kerasmu akan kuingat" wandi menjawab dgn semangat penuh mawas diri
setelah itu dia melihat laporan itu.. dan dia menangis
"kenapa yank?" gallerina bertanya dgn nafas yang tersengal sengal karena perutnya kini membesar
"besok yank.. kutemani kamu untuk bersalin.. , biar kita sama sama hadapi ini" kata wandi dgn semangat
lalu.
"yank.. besok ikut aja nominasi archon itu" kata gallerina dgn wajah penuh senyuman
"itu bisa ikut .. aku ingin lansung liad anak kita " wandi membalas lagi sambil mencium dahi dia
dia pun meningalkan ruangan.. saat ingin meninggalkan ruangan
"mungkin ini berat buatmu yank.. tapi aku pasti mendukungmu" gallerina membalas sambil memeluk dia dgn hangat
besoknya
2 orang tidur di tempat unik itu
jam 5 pagi.., 1 jam sebelum melahirkan
seorang perempuan berjalan untuk mengambil makanan..
tiba tiba
bruk!!
"uuhh.... yaaannnkkk......" gallerina berteriak kesakitan. karena jatuh.. apalagi dibalik perutnya ada anak kembar
seorang suster yang kebetulan lewat melihat hal itu
"tuan.. ada apa??. aahh.. pak pak.. pasien mau melahirkan" seorang suster memangil wandi yang tertidur itu
"uuh knapa.. eh yank.. suster, cepat pangil dokter spesialis janin" wandi dgn cepat memerintah suster itu
suasana pun menjadi ramai.. diapun lupa soal nominasi archon itu, tapi demi istrinya. dia harus meninggalkan itu
"yank.. kumohon.. bertahanlah" kata wandi yang mulai menangis karena melihat darah dia mulai menetes karena ketidak tahanannya
"pak.. jangan masuk ruangan ini." kata asisten dia yang merupakan salah satu tim kedokteran spesialis janin itu
"saya istrinya.. kenapa gak boleh masuk?" wandi bertanya sambil membentak
"maaf. ini juga perintah dari teman bapak" kata asisten itu
diapun tunggu diluar
di kamar persalinan
"cepat .. dia mengalami pendarahan fatal, ambil darah dari bank darah!" perintah willy, teman baik wandi yang menjadi dokter karena kemotivasi berserker ini
"suster.. tolong bantu persalinan dia.." willy memerintah lagi
"tahan rina... pasti kamu bisa.." kata willy menyemangatin gallerina yang kesakitan itu
di ruangan komitee archon bellato
"nominasi archon untuk calon yang baru akan dimulai, semua sudah hadir?" kata benny sambil menurunkan mahkota archonya
"tuan wandi belum hadir" kata salah satu dewan nya
"dia sedang menemani rina ya.. bagaimanani..." pikir archon yang mengundurkan diri itu
"(oh,.. aku ada ide)kita jalankan saja votinganya.. dia akan datang setelah masalah pribadinya selesai di rumah sakit kemiliteran bellato" kata dia yang memulai voting itu
di rumah sakit
NNNNGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! NNNNGGGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! NGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG !!!!!!!!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
teriakan itu terdengar keras sekali apalagi gallerina yang suaranya emang tinggi dan keras itu membuat wandi semakin khawatir akan situasi
"gawat..gimana ya.. fisik dia lemah lagi aku harus bagaimana.." wandi yang mulai ketakutan soal itupun kepikiran untuk nekat
di kamar persalinan
"sudah keluar belum!!" willy tiba tiba membentak
"darahnya terus keluar..." kata suster pembantu dia itu
"gawat... bisa mati dia kalau gini" pikir mantan shield miller itu
lalu
diluar
"biarkan aku masuk!!" wandi mulai aggresif karena takut kehilangan keluarganya
''jangan pak!! sabar!!" asisten itu menghentikan dia
"MINGGIR!! AKU GAK BISA MIKIR APA APA LAGI... ISTRIKU HARUS SELAMATT!!!!!!"
DEATH HACK!
wandi membentak sambil mendorong pergi dokter itu
"BUKA PINTUNYA!!!!!!" diapun marah besar
"maafkan aku wan.. ini aturan.."kata willy dalam hatinya
"sial!! BUKA!!!" wandi mulai menendang pintu itu
lalu
tetap tidak di respon
DUK! BUKA! DUK! BUKA! DUK ! BUKA ! DUK ! BUKA ! DUK ! BUKA !DUK BRAK
wandi meninju pintunya tersebut hingga jebol dan..
dia meneteskan airmatanya.. darah bercecer dimana mana.. dan istrinya mulai kritis dan sangat menderita saat itu
lalu..
"DARAH BUNGKUS ITU GAK CUKUP!! TAMBAH PUNYAKU!!!" wandi dgn cepat mengambil infuse pocket dia dan menusuk tanganya sendiri.. lalu menusukan ujung terakir nya ke nadi gallerina. sehingga darahnya pun mulai "terkirim"
"yank.... jangan begitu..aa..kk..uu hh..aa..rr..uu..ss bb..ii..ss..aa ss..ee..nn..dd..ii..rr..ii" gallerina mulai kritis seolah menghadapi hidup dan mati dia
"jangan!! kita sama sama !! sehati baru bisa mendapatkan sesuatu.. bukanya itu yang kamu ajarin ke aku??" kata wandi yang keingat kata kata dia saat pertama kali bertemu
"makasi yank.. aku tak salah memilih orang" kata gallerina yang mulai kabur penglihatanya.. tetapi berkat darah infus dari wandi, dan darah bungkus.. diapun bangkit
"KITA SAMA SAMA!!!!!" mereka berdua sama sama berkata
(Pesan: yang ada lagunya, buka lagu Christina Perri : a Thousand Years)
"DOKTER URUS ITU!!!!!" wandi memerintah willy, juga para suster untuk mengurus janin dia
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
wandi mengalami kesakitan yang luar biasa saat tangan kirinya digigit oleh istrinya sendiri demi menahan sakitnya saat melahirkan
"LAGI!!!!" kata willy dgn teriakan
"LAGIIIIIIIIIIII!!!! NNNNNNNNNGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHH!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" mereka berdua serentak
dgn kesakitan luar biasa di tangan wandi
dgn penuh semangat gallerina melahirkan anaknya
"udah keluar kepalanya pak"kata suster itu..
"eh udah keluar kepalanya wan.." kata willy yang melihat kepala anaknya itu
"LAGI!!!!!!!! NNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHH!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!" teriak lagi mereka
"badannya terlihat.. yang perempuan.. sedikit lagi." kata suster itu
"lagi wan.. yang cewek keluar duluan" kata willy
"LAGII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! NNNNNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGHHHHHH!!!AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!"
lalu
suara tangisan bayi pun memecahkan situasi itu
"akhirnya.. anak kita keluar yank" kata gallerina yang kritis itu
"iya.." wandi menjawab dgn senyuman polos
"wan.. mukamu pucat" kata willy
"lanjutkan lagi.." kata wandi yang mulai kritis karena darahnya mulai habis, dan tanganya berdarah
"yank.. jangan kirimkan darah untukku lagi" kata gallerina yang melihat wandi mulai pucat
"gak masalah.. walau aku mati.. aku harus pertahankan kalian berdua.. demi anak kita" kata wandi yang mulai pucat itu
"LAGI!!!!!!!!!" kata wandi dgn tegas setelah melihat suster itu memotong penghubung tali pusar itu
lalu
"NGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!!!!! UUUUUUUUKKKKKKKHHHHHHHHH!!!!!" wandi semakin menderita karena disamping mentransferkan darahnya ke gallerina juga menahan sakit karena tangannya digigit demi menahan sakit
"lagi!!" kata willy dgn semangat
"NGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH!!!!!! UUUUUKKKKKKKKKKKHHHHHHHHH!!!" serentak suara itu terdengar lagi
lalu
Bruk!
wandi pingsan seketika
"gawat wandi pingsan.. nadinya.. ga terasa.. para suster, perjuangkan " kata willy dng cepat
lalu asisten dokter setengah berserker itu yang pingsan akibat death hack dari wandi terbangun juga
dan
Srett Srett.
dia melihat sendiri guru yang diangap dia kakaknya sendiri itu terkulai lemah dan hampir mati
"yank .. kamu berkorban nyawa demi aku.. aku harus bisa melahirkan dia dgn kekuatanku" gallerina mulai semangat melahirkan anaknya yg satu lagi
di UGD
SITUASI
denyut Nadi 30 ketukan/detik
Naikan kekuatan listrik lagi, 100 WATT
DAK!!
Lapor.. denyut nadi masih sama
Naikan lagi!! 150 WATT
DAK!!
lapor.. denyut nadi mulai meningkat menjadi 70 ketukan/detik
TAMBAHKAN DARAHNYA!!
begitulah yang terdengar di UGD, wandi yang mulai kehilangan nyawanya pelan pelan itupun pulih lagi keadaannya .. tapi masih sangat lemah
di Ruang Persalinan
NNNGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!
"sedikit lagi tuan" kata suster itu
KELUARKAUBOCAHSIALANNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!! perkataan kasar itu mengakhiri penderitaan gallerina saat dia menlahirkan anaknya yang terakhir di kandungan dia
lalu...
seperti tadi..
suara bayi memecah ketegangan lagi.. kali ini adalah terakhir
"akhirnya......." gallerina berpikir seperti itu seakan sudah mau mati
"anak anda kembar selamat ya..." kata suster itu
"iii...nnnn...iiii langka sekali.. ajaib.. kembar tetapi satu ialah laki laki satu ialah perempuan" asisten suami gallerina itu terkejut setengah mati
"sebentar dok... jangan jangan beda fase kelahiran.. mungkin karena mereka "Main" lagi pas dia hamil tampa diketahui mereka berdua.. barangkali salah satunya prematur.." suster itu menyarankan dgn serius
"bener juga.. saya cek dulu" kata dokter itu
di UGD
SITUASI
detak jantung 70/120
VOLUME DARAH 12851/30000
KEADAAN KRITIS
INFUS DARAH 3000CC LAGI
SITUASI
DETAK JANTUNG 80/120
VOLUME DARAH 15851/30000
KEADAAN MEMBAIK
INFUS DARAH 3000 CC LAGi
di kamar persalinan
"bagaimana hasilnya??" kata suster itu dgn santai seakan tau jawabannya
"yup.. memang beda umur janin.. tapi sama sama siap untuk dilahirkan " kata dokter itu lagi
"waduh.. ke(Bruk)" gallerina pingsan seketika karena kelelahan yang luar biasa
"yah.. kirain bisa tau namanya siapa" dokter itu geleng geleng kepala
"eh eh.. kok gw dikacangin????" kata pria itu yang diangap angin lalu
"eh sorri.. itu sih.. penulisnya, gak mau kasi lu ngomong" dokter itu nyengir
"sama ja... kan cerita di penulis tu..." kata mantan archon itu
"apa tu di tangan lu??" kata dokter itu lagi sambil mengejek dia
" surat dari pembaca lah... anjrit!! emangnya surat por(tit)?" kata benny lagi
''kok kek kop surat bellato??" kata dokter itu dgn tenang
"ya pekara ada isi soal nominasi archon juga" dia membalas dgn ancaman
"wew.. ampun pak..." kata dokter itu lagi dgn aneh
"urus deh anak iparku.. jangan mpe mati.. kalo mati kusuruh keponakan ku bunuh lu" dia mengancam lagi
"iya iya.. ampun deh.." kata dokter asisten wandi itu lagi
diapun pergi ke kantor kerja wandi yang tepat di depan ruang persalinan
"wan~~ "
hening...
ada seorang seketaris kepercayaan wandi disana
"ada apa tuan??" kata seketaris wanita itu
"ooo.. ketua kedokteran dimana?" kata mantan archon negara cebol itu lagi
"dia di UGD.. memangnya kenapa?? " kata wanita itu lagi
"ooo.... terima kasih.. ini ya dek.. selamat jadi staff archon, ini rekomendasi para rakyat.. bukan pilihanku" kata dia lagi sambil memberikan surat pertama (OI BENNY SIALAN!!! SURATKU!!!!)
"makasih ya pak.. eh.. ini ..... kok ngejek pak wandi??" kata seketaris itu
"eh eh... itu surat komentar.. " kata paman wandi itu sambil mengambil surat itu dgn mukanya yg merah
diapun pergi ke UGD
"wa.. eh? kok?" kata mantan archon itu dgn aneh
dia melihat wandi yang sudah sadar
Flash Back
SITUASI
DETAK JANTUNG 90/120
DARAH 25000/30000
KONDISI PULIH
HANYA KEKURANGAN DARAH
"Eh, bising tau..." kata wandi yang terbangun karena suara aneh itu
"bangun jg lu wan.. "kata willy dgn santai
"eh.. Rina... Rina... " wandi tiba tiba memberontak
"tenang pak.. ini anak bapak.. dia udah tertidur gara gara capek bgt.. baru salut gw sama bapak.. sampe relain tangan bapak digigit sampe segitunya" kata dokter asisten dia , sambil memperlihatkan 2 anak dia
"mau dinamakan apa pak??" kata dokter wanita itu
2nd Flash Back
setelah gallerina muntah muntah saat pemberian penghargaan
"Willy.. serius lu ini kembar cowok-cewek?" kata wandi sambil menunjuk perut gallerina
"iya.. gw ga bohong.. cek ndri lah klo ga percaya" kata willy lagi sambil memperlihatkan janin gallerina lewat Xray itu
"yank... emang bener kok.. mau kasih nama apa kira kira?" kata gallerina yang tersenyum manis itu
"ya kalo cowok mah.. David.. cewek.. Diana" kata wandi sambil mengaruk garuk jidatnya
"ahh udah biasa bgt tu.." wily memotong pembicaraan dia
"kami suami istri ngomong bkn urusan u bro.." kata wandi sambilmengetuk kepala willy
"hahaha.. gapapa yank.. kamu punya ide apa??" kata gallerina dgn santai membiarkan cowoknya mengelus perut dia
"ya.... mungkin..de..." "derrick" saat willy berkata, wandi pun memotong ucapan dia seakan akan dia tau apa yang dipikirkan oleh willy
"eh.. kok lu tau " willy terkejut mendengar perkataan wandi itu
"gw sama lo udh lama bgt temenan.. mana mgkn gw gatau apa yg lo pikirin huh??" wandi bertanya sambil mengejek
"lalu satu lagi.. gimana kalau Yenny?" Gallerina tiba tiba mengomong seperti itu
"hmm kejauhan kali.. biasa kembar namanya hampir mirip, gimana denny?" wandi bertanya dgn santai kpd istrinya itu
"itu namanya cowok gitupun.., masa kamu mau cewek tapi namanya cowok" kata gallerina dgn serius
"hehehehe.... kamu pasti ngerti yank... kenapa.." wandi menjawab sambil tertawa genit
"maksukmu ... karena perlakuan anehku waktu itu di rumah???" kata gallerina dgn polos
"bukan... maksukku .. biar keren dikit.. cewek tapi namanya cowok" kata wandi dgn santai
".......................................................................... bener juga.. langka cewek namanya cowok cowok namanya cewek" kata gallerina yang menyudahi pikirannya
"kalo gini.. cowok namanya derrick, cewek namanya denny" kata pasangan suami istri itu serentak
wah wah.. kompak banget deh
FlashBack 2 End
"yang cowok.. namanya derrick, yang cewek namanya denny... sudah sepakat sama istriku" kata wandi dgn tenang
"ooo.. bagus juga namanya.. ohya.. udah baekan kan?" kata asisten dokter muda ini
"ya udah baekan.. " kata wandi dgn tenang
Flash Back End
"ooo gitu..." kata paman wandi itu
"ya... kayak gitulah ceritanya" wandi menjawab dgn tenang
"eh wan,,, selamat ya.. semua pemilih mihak kamu.. soalnya mereka terharu sama perjuangan lu demi rina.." kata dia lagi sambil memberi surat itu kepada dia
"ohh.. maksuk paman orang orang suster itu yang liput??" kata wandi dgn tenang
"iya... mungkin.. jadi elu dpet poin tinggi dari nominasi , ampir 80% dari voting awal" kata paman itu yang tidak beraura archon lagi
"wah wah.. ini gak lucu paman.. gw maunya rebut sendiri poinnya.. ga mau maen ajang kasihan segala.." kata wandi yang mulai mau membuang surat nominasi itu
"eh jangan buang dulu... bukanya ini sama ja dgn perjuanganmu?? " dia menghentikan aksi wandi yang ingin membuang surat itu
"tapi...." kata wandi lagi dgn ragu
"gak ada tapi tapi.., udah beranak masih ngomong tapi tapi.." kata paman berkumis agak tebal itu
"iya deh... makasih paman.. udah kasih gw jadi archon" kata wandi dgn tenang
Jam 08.30... setelah 3 setengah jam Gallerina Berjuang melahirkan kedua anaknya.. akhirnya
Denny sebagai kakak, Derrick sebagai adik telah lahir sebagai generasi baru
merekalah juga orang yang terlibat dalam Perang Anacade II yang mengawali "Kiamat" pada novus
besok harinya
"pak.. kondisi anda cepat sekali pulih.. karena tekad??" kata asisten dokter itu yang melihat wandi tidak tidur selama seharian
"iya.. hari ini tanggung jawab terbesar dihidupku sudah kumulai, sebagai peminpin, petarung, kepala keluarga, juga suami orang" kata wandi dgn tenang
"ooo... benar lah desas desus yang kudengar.. bapak jadi archon bellato" kata asisten dia
"iya.. kamu mau kan bantu aku di war jika aku membutuhkan?" wandi bertanya sambil bangun dari tempat tidurnya
"sampai tuapun, gw siap bantu" kata dokter itu dgn semangat
"makasih.. mungkin terbantu setelah war nanti untuk orang yang terluka" wandi menjawab dgn tenang dan menganti bajunya dgn baju jas dia
"lapor pak.." kata seorang suster yang mengurus persalinan gallerina kemarin
"iya kenapa.." kata wandi dgn tenang
"istri anda telah bangun" kata suster itu lagi
wandi cepat cepat ke kamar tempat gallerina diistirahatkan itu
sesampai disana
"yank..." gallerina memeluk wandi secara dadakan
"kamu hebat.... 2 anak sekaligus loh..." wandi merespon dgn candaan
"ihh.. kita sama sama kok.. " kata rina dgn senyuman manis
"eh dek.. kok dia bisa bangun dadakan gitu kek gak perna sakit gitu???" wandi bertanya dgn logika ga jelas
"namanya juga karena kecapean bo... ya wajarlah klo bangun lnsg semangat" kata asistennya
"eh yank.. gimana hasil nominasi archonnya" kata gallerina dgn tenang
wandi berakting sedih dadakan.. sambil memberikan surat nominasi archon itu
lalu
"uuuuggggghhhhhh,,,,, bohong............" kata gallerina sambil mencubit wandi yang berakting itu
"uuh.. ketahuan deh.. hahaha" wandi mengaruk garuk kepalanya itu
merekapun berbincang bincang selama beberapa jam dan...
diapun keluar dari rumahsakit dgn status sehat.. dan sesuai perintah dari surat.. dia ke city hall bellato
city hall bellato
"ini adalah waktu terakhirku sebagai archon.. setelah ini saya menyerahkan pada generasi baru.. apakah dia akan datang??" kata mantan archon bellato itu
"saya disini tuan archon.. orang yang anda cari" kata pemuda berjas hitam dgn dasi berwarna giok, warna kesukaan dia
"dia datang.." paman wandi itupun ngomong lagi
"ya.. memang saya kemarin tidak hadir di pemilihan archon.. saya tak seharusnya dipilih. tetapi apa karena saya cocok ?" wandi , nama orang itu bertanya dgn tenang pada seluruh rakyat bellato yang menjadi pemilih disana
semua terdiam sementara... lalu tepuktangan pun pecah dgn meriah karena mereka kagum akan wibawa wandi itu yang seketika memancarkan aura archon
"itulah archon kita.. yang terpilih melalui nasib .. karena cinta kasih dan pengorbanan dia itulah membuat dia pantas menjadi peminpin.. salam untuk tuan archon yang baru" paman benny itupun tunduk bersama rakyat yang menjadi pemilih itu
"terimakasih untuk semuanya.. saya akan meminpin dgn bijaksana " wandi menjawab lagi sambil berjalan kedepan
posesi pengangkatan archon pun dimulai dgn meriah....
setelah memberikan mahkota archon
"demikianlah salam untuk archon baru kita.. Wandi dari keluarga Jack.. keluarga yang terkenal dng patriotisme dan keberanian mereka" kata dia lagi
Ending
Demikianlah.. wandi diangkat sebagai Archon Bellato yang tidak diduga dia kalau itu adalah semacam bentuk tanda tanda penderitaan dia
Behind The Novus .. The End
wah wah'
3 hari lamanya w tulis itu dgn menyempurnakan semua cerita yg acak acakan walau agak amburadul
semua ide w tuangkan
kembar laki laki - perempuan itu kedengaranya mustahil ya?
tapi aku bisa membuktikanya
baru 2 menit ini gw liad karya sastra yang mengambil topik kembar ganda itu
Yess
aku telah membuktikannya
baru thx wat temanku yang namanya terlihat seperti nama perempuan.. tapi sebenarnya dia cowok
berkat namanya.. aku dapat ide untuk nama Denny
en moga moga efisiensi meningkat
soalnya gw baru install windows 8, yang original
alhasil.. luar biasa
ringan bangget
walau makan 3/4 dari partisi drive C w
menyenangkannnn
20/7/12 coming soon
Behind The Novus II
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment