Tuesday, 10 July 2012

Behind The Novus (Graduation)

Setahun kemudian
(sudut pandang dari Wandi Berakhir, dan digantikan oleh narator)
Setelah setahun, tangan wandi yang terluka parah, pulih total tampa bekas luka sekalipun. Revan yang berada di Bellato pun berhasil meluluskan dirinya untuk menjadi seorang Miler dan aku dan david pun ...
(Pesan : putar Lagu Yang kamu Download Tadi)
"Setelah tiga tahun kita bersama sama, ada kalanya juga kita saatnya melepas beberapa murid setelah ujian ini, saya tidak akan mengatakan siapa yang lulus, karena secara pribadi kalian juga memperolehnya dari kepala sekolah selaku saya. karena itu, dari ujian teori. saya akan mengumumkan siapa peraih nilai tertinggi secara Universal" tegas Archon dengan nada yang santai
"Dari Pelajaran Ilmu Bela Diri
 Selamat,
David , dari Jurusan Kebudayaan "
semua orang bertepuk tangan dan dengan kaki yang gemetaran, David maju kedepan dan mengambil piala penghargaan
"sebagai Kompensasi dari Prestasi Anda, Saya akan menyerahkan Lencana ini (Lencara Ketua Perserikatan Knight Cora)" tegas Archon "dengan ini, David menjadi Ketua Peserikatan Knight Cora hari ini, jam ini, menit ini, juga detik ini" ujar Archon sambil menepuk tangan yang diikutin oleh semua pelajar didepan mata nya
lalu Archon pun melanjutkannya
"sebenarnya Piala ini untuk Anak Berprestasi Diantara kita, tetapi sedih sekali, dia berkhianat dan membelot ke Bellato," ujar Archon, lalu dilanjutkan "semoga DECEM menyadarkan dia" ujar Archon dengan wajah yang sedih
"Untuk Seorang yang berprestasi atas ilmu kedokterannya, dia telah berkali kali menciptakan catatan pengobatan yang berguna untuk kita semua, dan dia jenius dalam semua pelajaran juga seorang bellato " tiba tiba semua menyodongkan senjata ke Wandi ,
"loh , kenapa?" Wandi bertanya
"turunkan senjatanya!" perintah Archon
para Black Knight itu pun menurunkan senjata nya
"saya tidak meninginkan ini lagi, karena DECEM menerima siapapun yang bermurah hati menolong yang menderita,
ya, kembali ke topik
piala "Pahlawan Kedokteran" dan "Sertifikat Hak Pengobatan" ini akan saya serahkan dengan penuh kehormatan kepada
Wandi
Dari Jurusan Kedokteran!"
semua orang tidak bertepuk tangan, tetapi tiba tiba menjadi meriah karena tepukan tangan beberapa gank cewek yang duduk di paling ujung
"dan yang terakhir, ternyata di tempat kita banyak orang bertalenta, saya sungguh menyesali hal ini, karena ini, setelah melempar toga, saya memutuskan untuk membuka hati para murid baru dan yang belum lulus untuk mereka agar mereka dapat menentukan hak mereka sendiri di akademi ini
 karena ini, saya menyatakan murid pertama yang lulus paling muda ialah
Gallerina
Dari Jurusan Kedokteran dan Ilmu Penyembuhan
 dan dengan ini saya menyerahkan lencana Job Kelanjutan nya yaitu Grazier kepada murid muda yang lulus paling muda ini" tegas Archon dengan wajah yang berseri seri
"setelah ini, marilah kita berpesta atas semua diantara kita yang lulus karena walaupun kalian yang tidak berprestasi juga lulus, tetapi kita semua telah membahagiakan sanak saudara dan keluarga kita" Archon Menutup Pidato nya
pesta pun dimulai dengan meriah
pria dan wanita yang memakai baju formal, mondar mandir kesana kesini
(sudut pandang untuk narator berakhir, dan digantikan dengan sudut pandang David)
"oi wan!, enak bgt lu, dapet 2 piala sekalikus" ujar gw sambil meledek wandi
"wahahahahaha, kok akir akir ini aku dipuju mulu, lo pun lumayan lencana nya, lencana pangkat tinggi geng!" respon wandi sambil menepuk dadaku
sekilas kami berbincang bincang, kami melihat archon tersebut berbicara dgn gadis yang sangat menyukai wandi itu,
"Anaku emang hebat, usia segini udah lulus, bangga deh mami sama kamu"ujar archon yang tadi berpidato itu
"hehehehehe, sebenarnya aku lagi pdkt sama anak bellato itu, udah tampan, jenius, hebat lagi" kata gallerina dengan wajah berbinar binar
lalu mereka pun berjalan kearah kami yang wandi sedang dgn sopan meminum anggur dan aku yang kek orang tolol minum minum
"salam untuk archon" ujar wandi dengan formal dan berlutut seperti seorang ksatria
"siang bu" ujar aku
"udah udah, wandi berdiri aja, jangan formal gitu" ujar archon itu
"tidak bu, anda ialah archon, kalau saya lancang begitu....." ujar wandi dengan wajah sedikit bersalah
"waduh, kenapa musti formal begitu, ada anak aku loh, tar dia jadi takut" terang wanita paruh baya itu
"udah kak, dia ibu aku, jadi pangil tante aja kalo lagi santai kayak gini" ujar gallerina sambil mengangkat wandi
"OI, AKU DIKACANGIN PULAK!" ketus aku sambil mo hajar wandi
"hahahaha, ternyata ketua kita lucu juga" kata archon itu
"ya begitulah" ujar wandi, sambil mendengar kata "awas lo" dia lansung kabur
"udah udah, jangan kayak bocah" tegas archon sambil menahan aku
"salam kenal anak bellato, saya ervina. setelah ini kamu mau lanjutkan di cora atau pulang kampung" tanya archon itu sambil menatap wandi dengan tatapan hangat seperti anaknya
"ya.. saya sempat terpikir mau terapkan ilmu kedokteran disini di bellato , tapi ada bagusnya juga saya berlatih dulu sampai matang disini" ujar wandi dengan logat bellatonya yang kelihatan sekali
"ya, saya senang dengan keputusan mu" terang Archon Ervina sambil melotot Gallerina
"eh eh, kenapa gak nembak dia aja, kalo dia nolak paling aku bunuh dia" ujar ibu gallerina itu sambil bisik bisik ke dia
"jangan bu. aku mau sama dia dikit lama lagi, baru pacaran" terang Gallerina yang tiba tiba kedengaran wandi yang emang telinganya tajam bgt
"wah , selamat geng, tar PJ ya" ujar aku meledek wandi
wandi yang mukanya merah padam karena mendengar perkataan itu lansung mengeluarkan spadona warna merah +7 nya itu
"lo ngomong lagi, ku penggal pala lo" ujar wandi dengan tatapan seperti samurai
begitulah hiruk pikuk bahagia itu yang membuat archon terlihat seperti teman
setahun kemudian (Sudut Pandang dari David berakhir)
"perintahkan semua pasukan knight untuk menjadi garis depan Control Chip" begitulah suara itu kedengaran dari hall khusus knight yang suara sumbernya dari David

"seluruh petarung, kita membawa nama DECEM, karena itu kita harus menang" ujar Bu Vina, Archon cora . begitulah wandi memangil beliau

"ough!" teriak seluruh Champion dan Assassin  yang dipinpin oleh dokter muda yang tak kita sangka adalah Wandi
"eh wan, beneran lu bisa bertarung" bisik Grazier paruh baya itu pada Berserker Berambut Hitam legam
"bisa lah bu, emangnya saya cuma caster? saya berserker wak, tanya itu gallerina. dia liad sendiri saya bunuh accretia hanya modal tangan kosong"  wandi bisik kembali dengan tatapan serius
"bener ya, awas lu mati, klo lu mati gw tak mau kasi putriku makamin lu" ancam archon itu di bisikan nya
"klo aku menang aku minta gallerina ya?" canda wandi dengan tawa gelik
tiba tiba, kelvin, teman sejak kecil wandi mendengarnya
"hayo, lo hamilin anak archon ya" tanya kelvin
"kentut lo, nyentuh aja ga pernah" ketus wandi
"udah! jangan bisik bisik lagi" archon itu mengetok kepala kelvin
"kali ini komando penyerang akan saya serahkan kepada Wandi selaku dokter besar di Persatuan Kedokteran Cora" tukas Ibu gadis yang menyukai wandi itu
"ough!" ujar 50 tentara knight dan champion itu
seketika
BATTLE START!
(Bersambung)

No comments:

Post a Comment