Wednesday, 11 July 2012

Behind The Novus (Revan's Side Story)

(sudut pandang dari narator berakhir dan digantikan oleh sudut pandang dari Revan)

pagi yang hiruk pikuk, aku terus menlihat tubuh kalengku yang entah bagaimana bisa tiba tiba berubah semenjak malam aku dibunuh oleh accretia

"oi Van, mau gabung sama kami gak?" tanya Davis, Teman satu pletonku,
begitulah orang accretia, mereka gak kejam, tapi sangat ramah dan baik, hanya saja mereka doyan kekuatan
"oke sob, gw ikt, tapi gw beli charger bentar" ujar aku sambil menghentikan lamunan aku dan membeli sejumlah besar charger
 kamipun pergi ke gurun sette
"eh Van, lu perna hunt di turncoat gak?" tanya Davis yang udah gemetaran liad markas turncoat itu
"pernah sob, pas awak masi makhluk berdaging dulu" aku mengucapkan kata kata itu dengan nada ala orang hebat
"tar lu pasang strategi ya biar kita gak ada yang luka" ujar Davis sambil menepuk dada aku
"oke" aku pun pergi ke tempat turncoat, tapi......
"eh yank, apa ini?" tanya gallerina ke pacarnya
"oh , force reaver, wat belajar force" kata si suara bass ini

suara itu aku sangat kenal sekali, gak salah lagi itu Wandi dengan pacarnya , berhubung lewat walkie talkie, si David cerita kalau mereka udah pacara, dan suara mereka sangat menggema
mengendap endap menggunakan radar tingkat tinggi, aku pun berada tepat dibelakang 2 orang berdaging ini
"PJ donk" ledek aku sambil meledek wandi yang terpental 5 langkah karena kekuatan aku
"kyaaaaaaa!!!!! accretia" teriak si gallerina sambil siap membawa tongkat returmee soul staff miliknya
"wah wah, Revan, napa lu datang tiba tiba. bikin kaget aja" kata wandi " udah, turunin tongkat kamu yank" wandi berkata lagi kepada gallerina
diapun dgn gemetaran menrunkan tongkatnya,

kami pun berbincang dgn semangat seperti teman yang udah lama gak ketemu

setengah jam kemudian
"&^%$%$#$^&*()_(*(*&^%$#!#$%^&*(" begitulah yang terdengar oleh gallerina terhadap 5 orang accretia yang datang tiba tiba
"kata mereka, kenapa lo lama bgt, br cora itu........" terjemah aku ke gallerina yang gemetaran
"*&^%$#$&^*(&%^$Y^&U*^&() (Dia bukan cora lagi, tapi bellato. ikut pacarnya)" kata aku kepada 5 teman aku yang mengeluarkan pedang, launcher mereka
tapi wandi yang menlihat mereka tidak merasa takut (kayaknya beda level banget)
"gimana ni yank, depan mata kita ada 6 accretia" bisik gallerina dgn ketakutan di belakang wandi
"tenang aja, mereka gak kuat kok, bukan tandingan aku" kata wandi dgn percaya diri

tiba tiba ledakan perang pun dimulai
DERRRR!!!!! DASH!!!!! DUER!!!!! BYANG!!!! DZING!!!!! TOK!!!!
suara perang 6 lawan 1 termaksuk revan
"ayank hebat banget, sampe bisa bantai mereka berenam" bisik gallerina yang merasa aman bila di belakang pacarnya itu
 yup begitulah, aku dan kelima temanaku bukan tandingan dia, aku mukul aja miss miss miss miss miss miss miss miss miss miss
tiba teman aku sampai keluar siegekit
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
tiba wandi menyerang lansung
4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000 4000

"*^&%&*)(_)(*&^%$#!@%^&*()_}{:?>:"{: (udah, gw ga mau nyari untung dari CP, kita fair hunt aja)" kata wandi terhadap kami
"*(&% , *(&^%#$%^ (iya, makasih kk udah mo biarin kami idup) " kata accretia itu

begitulah kami menlakukan party (emangnya bisa??) kami berdelapan pukul turncoat" itu

sekembali di markas accretia
3 hari setelah aku dipromosikan menjadi miller
aku ditugaskan patroli di base camp bellato,
pekerjaan itu memang membosankan, tetapi apa boleh buat. perintah dari archon.
tetapi bukannya santai, malah ada kasus mengerikan yang merengut nyawaku
"kalian siapa" kata aku sambil mempersiapkan beam shield aku
CRASH!!!!! TERK!!!!! BUK!!!!!
mataku gelap seketika

setelah bangun
"dimana aku??" tanya aku yang menlihat semua tempat seperti di film fiction
"anda sudah bangun xx01xx" kata profesor berwujud robot itu
"aku revan! bukan xx01xx" kataku dgn kesal, tapi ada yang aneh dgn suaraku, dan bahkan aku tidak memakai kacamata.
"kok?? suaraku kok begitu??" tanya aku dgn penasaran karena suaraku seperti suara robot robot umumnya
"liatlah cermin ini anak muda" kata seseorang beraura archon itu
"aaaaaaaa!!!!!! kenapa wajahku robot? kembalikan tubuhku !!!" kata aku sambil memberontak
"coba liat didepan" kata professor itu dgn lembut sambil memperlihatkan tubuh ku yang penuh lubang karena dikeroyok segerombolan robot itu
"kerjasamalah dengan kami anak muda, dengan wujud ini, mustahil bangsa lama mu akan menerima mu" kata archon itu dgn wajah lembut (memang, karena archon accretia saat itu walau agk keras, tapi sebenarnya dia sangat lembut dan perhatian terhadap rakyatnya)
"aku tidak akan kerjasama dengan kalian yang hampir mencelakain temanku dan pacarnya" tegas aku sambil meningalkan ruangan itu
"anak muda, ikutlah aku" kata archon itu
"coba tinju tembok itu" kata archon itu dgn memperlihatkan tembok percobaan untuk latihan
DAK!!! DERRRRRRRR!!!
"hanya sekali tinju aja?" pikir aku dgn ketakutan menlihat kekuatanku sendiri
"kira kira setahun dulu, ada anak remaja seusiamu anak muda, dia menlawan aku yang kebetulan ingin membunuh seseorang untuk mendapat poin" kata robot yang kepalanya sedikit peot mungkin karena death hack nya wandi (aku dengar sih begitu kata david)
"dan dia memenangkan duel ini, tetapi . tangan nya nyaris patah karena memukul aku dengan tangan kosong. karena itulah kenapa kamu bisa sekuat itu anak muda, karena tangan makhluk berdaging terlalu lemah bila dibandingkan dgn kita yang merupakan mekanik" kata archon itu sambil memperlihatkan kepala nya yang sedikit peot karena pukulan boncel itu
"ooo , pantes aja wandi tidak berpetualang saat itu" pikir aku
"sekarang maukah kamu ikut kerajaan accretia? kalau tidak, aku tidak akan memaksa" kata archon itu dgn kesopanan yang tinggi
"terima kasih pak, saya sudah mengerti dan saya menerima tawaran bapak untuk menjadi bagian dari accretia" kata aku dengan nada santai
"iya, selamat bergabung di kerajaan accretia , anak muda" kata robot itu sambil berjabat tangan dgn aku

begitulah aku, bukan ke bellato, tetapi ke accretia karena kebetulan

End
hadeh, susah juga mikir flash backnya, moga moga semua suka dgn ceritanya ^^

No comments:

Post a Comment