Tuesday, 10 July 2012

Behind The Novus (wars)

Sambungan dari halam sebelumnya
segala pasukan berpencar ke segala arah
sesuai perintah grazier paruh baya itu, wandi berjalan ke control chip accretia
sesuai perintah grazier paruh baya itu, David berjalan ke Control Chip Bellato
perang berjalan sesuai rencana, tetapi.....
(sudut Pandang berubah ke revan)
"Tornado!!!" segerombolan guard tewas seketika dgn jurus mematikan itu
"semuanya, SERANG CHIP!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak wandi
aku pun datang dgn wujud cyborg dan menyapa dia, tapi tiba tiba
"ada accretia di blakang kita " bisik kelvin pada wandi
"siapkan formasi , kalau aku keluar jurus, keroyok dia" bisik wandi kepada kelvin
lalu aku pun datang
"DEATHLY BLOW!!" serang wandi , dia tidak memakai tangan kosong lagi, jelas sakit hasilnya apalagi skillnya udah GM semua (gila, hebat banget, maklum, levelnya dgn level aku jelas jauh bgt)
"Siege Blast!" aku menangkis "angin Penyayat" dia
"halo wan, apa kabar, keknya lu cocoknya pegang obat daripada kelahi, ahahhaha" sapa aku
"siapa kau! kenapa kau kenal aku!" tegas wandi , tapi matanya terbuka besar besar ketika menlihat name tag aku
"lo.... lo Revan?" tanya wandi dgn gemetaran
"iya, hahahahaha, gimana tubuh metal aku? keren kan?" tanya Revan dengan sombong
"sejak kapan lo jadi accretia?"tanya wandi yang lagi terbengong bengong
"ah ceritanya panjang" aku berkata begitu tetapi tibatiba....
sejuta pedang dihunuskan ke depan mataku
"oi pukul aku pake jurus lo, kalo gak lo dibilang pengkhianat" bisik aku dengan menggunakan walkie talkie pemberian dia
"iya, sori sob, w keluarin skill asli job gw" bisik wandi
lansung
"DOUBLE CRASH!!!" wandi mengeluarkan skil sesunguhnya , dan tiba tiba aku serasa dilempar, dan 5 detik kemudian
aku sudah di markas accretia
"anda sudah bangun anak muda" ujar archon accretia
"loh kenapa aku, kok aku bisa disini"
Flash Back
Double Crash!! wandi mengeluarkan jurus itu dengan tatapan mata mengerikan seperti setan
lalu aku terpental jauh jauh, dan blazt!!!!
aku pingsan seketika
lalu archon accretia mengotong aku dan kabur ke markas dgn kekalahan luar biasa
"oh begitu" ujar aku dgn penasaran
"kita kalah telak karena cora tersebut menang jumlah, ditambah ahli strategi cora yg merupakan knight muda itu, karena itu kita harus belajar dari kesalahan" kata archon aku dengan menepuk dadaku
"aku udah pingsan dari kapan?" tanya aku
"udah 5 jam, komponen lo banyak rusak gara gara jurus aneh tadi" ketus archon sambil mengirimkan data lewat USB nya ke USB aku
 (sudut pandang dari Revan Berakhir dan dilanjutkan oleh sudut pandang dari David)
di cora
"Kita Memperoleh kemenangan mutlak!" tegas archon itu
"yesss!!!!" teriak para patriot baik yang terluka maupun sehat warlafat(bener ga ya nulisnya gitu)
"sisanya saya serahkan pada Wandi selaku kepala Persatuan Kedokteran Cora" terang archon
"puas, lu menang?" canda archon di telinga wandi
"iya iya mak" wandi ngomong sambil nyengir
"ya semuanya, kita dapat hak tambang, tapi sebelumnya, yang terluka sedikit saja berdirilah di belakang saya" tegas wandi dalam pidatonya
hampir 50% dari semua orang disini pergi ke sana, baik luka ringan maupun serius
"yang dibelakang saya, saya opame dulu selama beberapa jam sampai luka kalian sembuh total, kita akan berangkat setelah mereka sampai, karena menurut info yang saya kumpulkan, HSK tidak akan menjadi ganas bila tambang belum habis" lanjut wandi
semuanya pun senang dan berpesta , tapi........
"wan, lu ga mau pesta?" tanya Kelvin , sama wandi
"gw mao kirim laporan orang yg tewas sma archon" ujar wandi lurus dan sedikit tertekan
"eh vin, knapa si wandi tiba tiba kaya orang yg tertekan" aku tanya dgn nada polos
"elu pengen dibunuh apa di gampar? gw yang temen dekatnya aja gatau, tar tanya cewenya lah" ketus kelvin yg selalu kesal sama sifat playboynya
di puri archon (Rumah Gallerina)
"permisi" terang Wandi
"eh , kak wandi, kirain kakak tewas, trnyata ibu bohong" Gallerina berlari dan memeluk Wandi
"gw ja g kna luka apa apa " tukas wandi dgn ekspresi " =" "
"beneran?" jawab Gallerina memeriksa tubuhnya termaksuk "anu" nya (maklum selain cantik, seksi, perhatian, kalem , juga lembut. dia jg org yg genit banget)
"ouch!" perih wandi saat gallerina memeras lengan kanannya
"tuh kan , ada luka g ngaku ngaku" Gallerina merobek sarung lengan kananya , dan grazier seksi itu terkejut menlihat  tangannya yang menetes darah terus
"pantes kakak kayak pucat begitu" tukas Gallerina
"pantes lo kek tertekan gt" ujar Kelvin dan David berbarengan
Bruk!
Wandi Pingsan seketika karena lukanya yang berdarah terus menerus (sepertinya dia kena jurus Curse atau Torment gitu makanya dia sendiri pun ga kerasa)
2 jam kemudian (sudut pandang David Berakhir dan Digantikan oleh Sudut Pandang Wandi)
"uuh, dimana ni" ujar aku dan merasa pusing karena kurang darah
"rumah sakit!, dasar lo, katanya g bakal luka. tuh masi kena lecet dalem" Ibu Vina (Archon) Mengomelin aku
"aduh pagi pagi diomelin" pikir aku sambil melihat pemandangan luar yang udah Pagi
"eh tante, org org mereka udh pada nambang ga?" aku bertanya sambil memberi makalah berisi laporan otopsi dan penyebabnya
"udah, pulihin kondisi dulu, tar putri aku ribut lagi" tukas archon paruh baya itu sambil celingak celinguk seakan mengatasi sesuatu
"iya iya, tapi terima ya makalah laporanya , te" balas aku dengan lembut dan lemah seakan aku tak ada tenaga lagi
"okelah, laporan diterima, kamu istirahat 1 minggu dulu untuk pemulihan, baru minggu depan kamu dapat tugas baru"jawab ibu Grazier seksi itu dengan penuh senyuman

(Bersambung)

No comments:

Post a Comment